MENU

by • April 3, 2014 • catatan PerjalanComments (0)215

Aku tidak Tahu Salatiga

Bulan Maret 2014 adalah bulan yang ditunggu oleh relawan akademi berbagi pekanbaru, termasuk saya juga yang alhamdulillah masih mencantumkan di bio twitter saya sebagai relawan akademi berbagi pekanbaru. Ada perhelatan besar dari organisasi yang sedang sebarin virus volunteerism bertajuk Local leaders Day , semacam kegiatan ngumpulnya “perwakilan” relawan akademi berbagi dari seluruh penjuru tempat akber itu berada.

Saya sudah meniatkan untuk ikut daam perhelatan ini , dimana kalo dari ceritanya bakal ketemu sama orang-orang hebat yang mempunyai concern volunteerism dan juga orang-orang hebat berkumpul jadi satu untuk kembali melakukan kalibrasi terhadap visi dan tujuan jangka panjang akademi berbagi. Namun menjelang hari H rupanya ada asap yang sedang menganggu sedikit pernafasan saya dan semakin menebal dan mengharuskan saya menerima surat perintah tidak boleh meninggalkan pekanbaru dan mengawal selama kondisi asap ini belum membaik, dan sampai hari ini memang belum dapat izin meninggalkan pekanbaru.

Dari Pekanbaru, ada 1 orang kepala sekolah, 4 orang relawan + 1 relawan merangkap tukang Foto yang diminta bantuin motret di tempat LLD berada. Dan masih juga senang dan sedih karena tidak dapat bergabung dengan kawan-kawan yang dari semula untuk berangkat bareng , tapi bleum waktunya. Dan masih juga direpotin dengan telpon satu orang relawan yang perlu kaos agar seragam ketika berangkat, dan segera meluncur ke TKP. Alhasil relawan kami berempat dan 1 kepala sekolah menggunakan kaos yang sama dan PEKANBARU KOMPAK DUNK!!.

Dan Perjuangan Delay sekian jam menjadi hal yang saya ikuti dari seluruh jaringan social media kawan-kawan, dari yang mulai kegelisahan dan ketakutan tidak jadi berangkat serta kekhawatiran panitia di salatiga yang harus menunggu dengan ketidakpastian, digantung itu kan ga enak apalagi digantung di pesawat. Sekian dulu untuk tulisan menunggu di ruang bandara dan sampailah mereka berkumpul dengan para relawan yang lain di Salib Putih Salatiga.

Gedungnya bagus banget , ada kolam renang trus ada api unggun ada keceriaan disana dan ada mimpi-mimpi bareng relawan yang dikemas dalam dreamboard serta model buddy system para relawan yang hadir untuk saling mengingatkan akan intisari yang ada selama LLD2014. Dan semuanya juga kembali teruji dengan power of social media gathering saat kami di pekanbaru membutuhkan bantuan mereka dalam hal melawan asap yang membuat kami sulit bernafas dan mereka membantu kami lho, dengan amat sangat gila, serta kami beruntung relawan kami yang di LLD 4 orang telah kembali ke bhumi lancang kuning , sedang kepala sekolah kami dan tukang potretnya masih melanjutkan aktifitasnya di jawa.

Sebelumnya hanya dengan sisa relawan di pekanbaru kami melawan asap dengan ikut-ikutan support di timeline dan memang bersuara atas nama pribadi masing-masing dan dengan tambahan 4 orang relawan di pekanbaru kami merasa semangat lebih karena mereka baru dari LLD dan punya bekal jauh lebih bayak daripada kami yang belum mendapatkan kesempatan hadir dalam forum para pemimpin akademi berbagi.

Terima kasih panitia LLD2014 dan mbak ainun tentunya, meskipun hanya melihat naik turunya emosi di persiapan di milis akademi berbagi tapi tidak mengurangi rasa hormat dalam mempersiapkan acara untuk para pemimpin yang tersaring demi bangsa ini kedepanya.

Tulisan diatas semua adalah hasil mata ini mengolah gambar-gambar yang terunggah, mengikuti hastag yang ada di twitter dan sampai dengan sekarang juga masih rajin membaca milis group akademi berbagi dengan cerita yang masih terasa semangat LLD salatiganya. Sampai dengan sekarang mencoba membayangkan apa saja LLD kemaren dan mencoba menyimpulkan added value apa yang diberikan sehingga rasa salatiganya tercium dari panca indera saya di pekanbaru.

Saat kami diingatkan untuk menanyakan kepada BUDDY nya masing-masing mengenai mimpi dan berikan kaki, yang terpikir adalah BUDDY itu apa ya? namun saat itu juga banyak yang menyaut ajakan itu dengan mentio2an dengan BUDDY nya masing-masing dan kemudian dalam hati, saya KUDET niy ga tahu apa yang menjadi bahasan , dan untuk Dreamboard saya pun celingukan dan kembali memberikan asumsi karena bagi saya dreamboard itu bukan hal baru.Bahagia melihat timeline jadi rame dan kami juga saling follow dan unfollow dari sekian banyak penjuru negeri akber ini.

IMG_1599[1]Maaf Ya tidak ada foto-foto yang menggambarkan SALATIGA, Yang tertangkap dalam otak saya setelah LLD 2014, ada gerakan beli kaos akber yang keuntunganya 100% untuk donasi mendatangkan guru nasional ke luar jawab, karena nasional memang masih sama dengan jawa, duh aku ya orang jawa. Dan tanpa pikir panjang , klik , bayar terima kaos pertama di pekanbaru untuk kaos Akber  for donation :).

Terlalu banyak istilah dan bahasan serta keceriaan baru setelah LLD yang harus diamini dan dianggap mengerti karena memang saya mengikuti LLD bukan dari salatiga, tapi dari pekanbaru. jadi ketika aku tidak tahu salatiga, tidak lebih karena memang aku memilih ada dipekanbaru waktu itu.

 

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *