MENU

by • July 26, 2011 • catatan Perjalan, FiksiComments (5)299

Apa Kabar Hidupku?

apa kabar duniaku…apa kabar menulis …apa kabar kebebasan dan apakabar jiwa yang sedang bebas berlari….

Dua bulan sudah semua berjalan di kota baru ini , kota dimana aku benar-benar memulai langkahku sebenar-benarnya. Kota yang sama sekali tidak pernah aku lintaskan dalam angan ataupun rencana hidup untuk mendapatkan sesuatu dan memulai kehidupan yang memang selama ini aku jatuh bangunkan diriku untuk bisa tegak dan mencoba melangkah dari sebuah stagnansi fase hidup.

Lima tahun aku menjalani kehidupan yang ada diibukota yang menawarkan semua mimpi yang secara sabar aku rangkai dan aku bangun meskipun dari sanalah aku pun sadar jika bangunan kokoh dan indah yang aku buat hanyalah sebuah kerajaan pasir yang lenyap dengan sesaat oleh angin dan air laut yang datang menyapu meskipun hanya hembusan angin dan juga buihnya..bisa dibayangkan ketika kerajaan pasir itu harus tertindih oleh amukan ombak yang jauh dari tengah menjemput pinggir pantai dengan tawa deburan kencangya….

Kerajaan pasir itu kemana? dengan peluh dan kotornya tangan oleh pasir yang terbangun seakan bersih ditangan namun lenyap secara kasat mata apa yang susah dibangun kembali menjadi hamparan pasir pantai yang tarik ulur masuk dan keluar mengikuti arus ombak.

Memutuskan untuk memulai semua dengan satu fase adalah hal terberat dalam perjalanan hidupku mendekati dua puluh sembilan aku diberikan nafas dan keringat untuk ingat akan sebuah perjalanan bukan hanya kerikil tapi api , tembok bahkan lubang pun harus dirasakan sakitnya ataupun merasakan manisnya.

Ketundukan terhadap sang pencipta pun acap terpertanyakan disaat semua fase hidup berubah dengan semua putaran globe nasib seakan anak kecil sedang belajar memutarnya.Tidak ada sebuah kata ataupun kesempatan untuk memberikan narasi apalagi berpikir untuk bersajak sekedar menjelaskan apa yang lidah , mata dan hati tahan untuk sebuah tetes airmata. Kelemahan telah mengantarkan sebuah kekuatan hati untuk bisa dan yakin kaki ini memang diberikan untuk tegak berdiri dan melangkah , tangan ini untuk menyeimbangkan pijakan yang terkadang tidak sanggup menahan terus menerus…

Dear God ,
Please accept this deep condolence of my trashed mind about you..about how You always hold my hands and give me the best way and spirit that i am a human , i am a father , i am a husband and i am a son of my beloved parents..

I want to enjoy my phase for looking who are YOU and what do YOU plan with me. YOU are my CREATOR and YOU are my POWER…I am not a good one so let the flow always give me the way for always remember .. I AM a HUMAN BEING!!

happy wheels

Related Posts

5 Responses to Apa Kabar Hidupku?

  1. lenita says:

    Very nice story, likes a writer personality

    your…Best Friend…gives thumbs to u

  2. lenita says:

    Very nice story, likes a writer personality

    your…Best Friend…gives thumbs to u…

  3. lenita says:

    Very nice story, likes a writer personality
    your…Best Friend…gives thumbs to u…
    i proud with yr spirit

  4. Teh nita ….thanks udah menyempatkan mampir dan membaca tulisan yang coba terangkai

  5. susee says:

    penderitaan adalah awal dari sebuah proses menuju kebahagiaan, setiap tangga kehidupan pasti akan dilalui dengan ujian yang mungkin tidak meng-enakkan kita. Berterima kasihlah terhadap penderitaan karena kita masih dipantaskan untuk naik kelas, bersyukurlah atas apa yang kau raih sampai saat ini, tengoklah kebawah, supaya kita malu untuk berkeluh kesah. Banyak diluar sana yang jauh lebih menderita namun masih tetap bisa tertawa 😉

    ayo gitaran!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *