MENU

by • January 29, 2016 • OpiniComments (0)231

Belajar dari Keluhan dan Peluang

Beberapa waktu lalu membaca artikel tentang JOGER yang menuntut seseorang karena menjual barangnya secara online. Tidak ada yang salah menurutku dengan apa yang dilakukan oleh customer tersebut, karena dia menjual kembali barang yang sudah dia beli dari JOGER. Malahan saya melihat sisi baik dari sang penjual yang ingin membuat akses mudah para pembeli JOGER yang tidak sempat ke bali.

Niat baik tersebut bisa dengan santun dipatahkan atas nama pemanfaatan teknologi untuk memperluas pasar, apalagi dengan social media yang semakin memberikan ruang untuk melakukan jual beli. Apapun paltform yang digunakan semua memiliki market tersendiri dan kenyamanan para penjual dan calon pembeli. Pihak JOGER juga tidak salah dengan memberikan penjelasan alasan mereka tidak membuat JOGER menjadi “BESAR” dan cenderung “Raksasa” dalam hal urusan kaos pedagang kata-kata. JOGER pun menjelaskan bahwa tidak selamanya teknologi bisa menggantikan value yang ingin dipertahankan dalam menjaga lingkaran rantai makanan disekitarnya dengan adanya ketenaranya.

JOGER sudah tenar dan tidak ingin menikmati semua lininya dengan menciptakan sebuah kartel bisnis pemalas kepada para pelangganya. Karena menurutnya, berbisnis adalah tentang bagaimana sukses bersama dengan yang lain, kompetitor ataupun para pelaku bisnis disekitarnya. JOGER menurutku sangat mencintai BALI dan budaya yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan datang berkunjung kesana. Pemerintah yang serta merta sangat tanggap diikuti dengan maskapai yang berlomba menyediakan rute direct kesana adalah sebuah kerja keras yang selama ini telah dijalani oleh banyak pihak, terutama komitmen masyarakat bali tentang tawaran mereka akan originalitas budaya dan keramahan masyarakat.

Saya pernah berbincang dengan seorang kawan yang mulai menjalankan usaha kuliner, kedai kopi, cheese cake dan jualan sop duren di pekanbaru. Dari ketiga orang tersebut saya menarik sebuah kesamaan visi yang menurut saya sebagai orang awam memandang dari segi persaingan usaha. Ketiganya sepakat untuk mendorong semakin banyak usaha yang berdiri disekitar wilayah outlet mereka berada. Sesederhana mereka menjelaskan kepada saya bahwa mereka butuh pesaing untuk hadir, jika perlu semakin beragam atau bahkan sejenis pun tidak masalah karena mereka ingin sebanyak mungkin massa (calon customer) banyak mengenal tempat mereka. Ibarat kata dengan sederhana pun bisa dikatakan, seorang pembeli yang sudah mengenal daerah tersebut sebagai pemberi penawaran sebuah jasa tidak mungkin hanya akan membeli satu produk saja. Suatu hari mungkin mereka akan asyik ngopi, besok mereka bisa jadi akan butuh cheese cake sambil bersantai. Ketika Kopi dan cheese cake sudah, mereka akan mencoba sop duren tentunya. Sehingga dengan kata lain, kebutuhan mereka akan menu-menu pemanja perut bisa mereka dapatkan dalam suatu area.

Kita bisa lihat kenapa tenant di suatu mall yang menawarkan food court ataupun gerai-gerai makanan tidak pernah sepi pengunjung, silih berganti setiap hari. Mereka sudah menemukan massa (calon customer), tinggal menunggu mereka tiba giliran dikunjungi atau dengan adanya ilmu marketing para tenant telah melakukan akselerasi terhadap waktu tunggu atas kunjunganya, itulah PROMOSI kalo menurut saya.

Semoga aroma persaingan usaha yang terjadi untuk menarik customer akan menjadi sebuah peluang untuk menggabungkan kreatifitas masing-masing pengusaha. Oiya satu lagi, mintalah para customer anda yang datang untuk memberikan keluhanya atas pelayanan dan apa yang anda sajikan, kalo kata teman saya yang habis baca buku JACK MA “Keluhan adalah Peluang”. Setiap Keluhan yang diberikan oleh customer anda adalah satu peluang untuk perbaikan dan juga peluang mereka kembali ke tempat anda, Thats what we called “Loyal Customer”.

Terima kasih sudah menyapa dan memberikan pelayanan kepada kami wahai para owner bisnis, kalian memang hebat. – Salam dari Customer Anda –

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *