MENU

by • June 4, 2015 • catatan Perjalan, OpiniComments (0)226

Belajar Menggambar, Bekal Orang Tua

Hari ini memang agak aneh ditengah kondisi pekerjaan yang bisa dibilang akan seperti itu dinamikanya dan spike yang bisa diprediksi aku menghentikan pandangan mataku pada kertas bekas salah cetak dan sebuah pensil merk salah satu hotel bekas sebuah seminar. Sepertinya kedua barang itu sudah ada dimejaku jadi asesoris tak langsung untuk terlihat penuh.

membuka laptop untuk memastikan pengecekan dokumen kantor sudah tersinkron di dropbox dan akun email serta tweetdeck juga menjadi aktifitas selanjutnya. Dan rupanya belum ada update yang menggembirakan sehingga harus mencari sesuatu yang oh youtube terbuka kemudian. Tetiba saja keyword “Sketch with pencil” aku enter dan muncul video cara orang menggambar dengan pensil bahkan sampai tutorial lengkapnya (Menjura sama mereka yang ngebagi ilmunya gratis di Youtube).

Aku kemudian mengambil kertas bekas dan pensil tumpul itu untuk memulai mengikuti video itu membuat sesuatu dengan goresan pensil. Menggambar adalah salah satu kegiatan yang sangat ingin aku bisa dan dari kecil itu juga yang selalu gagal aku menjadi mahir (dasar ga punya bakat seni). Tapi hari ini ada dua gambar yang bisa aku bilang jauh lebih baik dari gambar pemandangan gunung dan padi yang biasa aku gambar dari SD tersebut.

Aku jadi teringat secarik kertas dari nasha yang selalu ada di tas kerja berisi coretan gambar dia dan teman-teman sekolahnya bagaimana dia bercerita dan menceritakan dirinya serta kebahagiaannya mempunyai teman disekolah. Nasha mencoba bercerita dengan gambar yang dia sendiri tidak ragu mencoret apapun hasilnya. Aduh jadi makin rindu sama anak wedok..

Aku paling takut kalo diajak main menggambar karena terus terang itu akan membuatku terlihat tak bisa mencoret menggunakan pensil padahal mungkin bagi yang sering berinteraksi dengan anak kecil salah satu ice breaking mendapatkan chemistri adalah mengajaknya bermain atau menggambar. Bayangkan kalo untuk hal yang sederhana saja saya ndak bisa mengimbangi ekspektasinya, meski anak-anak tidak ada ekspektasi.

Mungkin sekarang saya harus mengakui bahwa teknologi membuat saya berpikir semua mudah dan tidak perlu khawatir untuk para orang tua jika anak kita meminta atau mengajak kita menggambar bersama karena Youtube bisa melakukanya dan kita menggunakan media itu bersama belajar menggambar bukan mengajarkanya cara menggambar (kecuali emang bapaknya jago sih jadi ngga perlu minta bantuan youtube).

Jadi kalo sudah siap jadi orang tua, harus siap belajar menggambar bareng buah hati.
Nasha, ini gambar ayah belajar menggambar hari ini

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *