MENU

by • October 5, 2016 • catatan PerjalanComments (0)347

Brett Calliss, Australian Berhati Merah Putih

Pertama kali mengenal Brett Calliss dari Fan Page Riau Rhythm Chambers Indonesia dan salah soerang pemain Cello, Ade Syahputra. Kebetulan memang pada waktu itu sedang mempersiapkan penampilan di Adelaide, Australia Selatan. Lewat whatsapp di capture sama ade kalo ada orang yang pengen menghubungi nanti.

Brett akhirnya berkorespondensi melalui facebook dan ingin sekali agar Riau Rhythm dapat tampil di acara Indofest, Adelaide. Setelah itu berlanjut ke saya stalking profile Facebook brett dan informasi terkait ( Tenang Brett informasi biasa aja yang dicari biar kalo ketemu kita nyambung). Oiya, saya pada waktu membalas message brett di Facebook menggunakan bahasa inggris yang panjang lebar, sampai sekarang masih ada kok arsipnya. Dan ternyata, Orang Australia ini fasih berbahasa indonesia dunk!

dsc_0086Itulah awal ketidakpercayaan saya bahwa Brett memang mahir berbahasa Indonesia bahkan bahasa minang pun dilahapnya, sampai akhirnya saya melihat foto Brett bermain Perkusi Tambur dengna Group #TheRancakers, masih di facebook belum ketemu langsung. Sampai akhirnya, Brett Callis Muncul menemui kami di Hotel Intercontinental Adelaide dan berbincang bersama kami, Sumpah memang ini orang lebih cocok jadi orang indonesia saking lancarnya Bahasa Indoenesia dan logat minangnya juga.

Brett Datang menemui kami membawa sebuah koper, kami kira dia bakal nginap bareng salah satu kawan untuk melepas rindu sesama pernah nyantri di ISI Padang Panjang, sehingga hubungan kedekatan terjaga dengan baik silaturahminya. Dan ternyata saya salah ketika isi koper tersebut dibuka isinya, KOSTUM TARI , Rebana, Calempong. Untuk Apa? Rupanya kawan-kawan dari Indonesia bakal latihan siang – sore ini.

Dan Kemudian kami sibuk latihan di teras luar hotel, sampai Brett Pun pergi ke kampus serta percakapan berlanjut di Whatssapp bahwa berharap sekali kawan-kawan Riau Rhythm dapat menyempatkan hadir di Kampus untuk mengadakan mini workshop / Sharing session kepada para mahasiswa Indonesia yang ada di adelaide agar semangat dalam memepelajari budaya Indonesia yang sangat kaya. Ada yang Aneh dengan tulisan ini? YAP!! Itu Australian yang ngomong tentang pentingnya Orang Indonesia Belajar Budaya Indonesia.

Di kesempatan itu Bang Rino Deza Pati mengisi workshop dan sharing session bersama mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di Adelaide, menjelaskan tentang proses berkarya dan mendemonstrasikan permainan gambus serta Giring memperkenalkan teknik Nondong serta ada mantra Lukah Gile yang menjadi salah satu karya di Album Suvarnadvipa. Terlepas dari kesempatan bertemunya Riau Rhythm dengan kawan-kawan, Brett adalah sosok yang sangat concern terhadap kawan-kawan Indonesia ini. Brett bercerita bahwa mayoritas mereka baru mengenal seni dan budaya termasuk tari serta musik tradisi saat mereka ada di adelaide, tari saman, bermain rancak gendang dan calempong adalah kerja keras brett bersama kawan-kawan disana “memaksa” adanya kecintaan terhadap budaya itu timbul. Mungkin terasa lain ketika kita di negeri orang memainkan budaya negeri kita dan melihat semangat Brett yang begitu tinggi, terus terang saya pribadi terharu dan kagum akan apa yang ada dalam benaknya.

Brett Calliss saya berani sampaikan secara pribadi bahwa Australian satu ini mempunyai Jiwa Merah Putih. Terlalu jatuh cinta dengan seni budaya dari Indonesia yang sangat kaya, dan tidak malu untuk mengakui hal tersebut. Fasihnya dalam bahasa indonesia juga menjadi apresiasi tersendiri bagi saya, apalagi saat celetukan minang hasil santrinya di Padang Panjang masih tidak bisa hilang. Dan kami sepakat memanggil Brett Calliss dengan sebutan, ” Uda Brett”.

Sukses disana dengan Indofest dan terima kasih sudah terus membimbing kawan-kawan Indonesia lebih mengenal dan mencintai Seni Budaya Indonesia, menjadi pelaku disela kewajibanya menuntut Ilmu.

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *