MENU

by • August 6, 2014 • IT Service ManagementComments (0)417

Case Study : L’Cheese Factory [1]

Sebuah toko Roti di pekanbaru yang baru mempunyai satu outlet dan mereka menyebutnya L’Cheese Factory, Toko Cheese Cake Factory pertama di Pekanbaru.

Tidak ada keterikatan bisnis dan hubungan apapun dalam tulisan ini karena saya tertarik dengan bisnis keluarga ini mengingat kontribusi luar biasa mereka terhadap aktifitas kegiatan dan komunitas di PEKANBARU. Hasil observasi ini mungkin baru 3 bulan terakhir saya lakukan karena melihat ada yang unik dari sekedar toko Cheese Cake.

Bagaimana tidak unik untuk skala pekanbaru disaat komunitas yang ada dipekanbaru dengan eventnya mempunyai tempat dalam sponorship ataupun tanggapan positif support adalah tempat ini yang menjadi rujukan, L’Cheese Factory. Gerai yang ada di jalan durian no. 28 pekanbaru ini tidak terlalu besar tapi mengapa brand mereka begitu “besar”dan happening di kalangan anak muda gaul pekanbaru.

Saya tidak sedang ingin menjadi seorang food tester karena ada ruang tersendiri bagi food tester memberikan testimoninya mengenai citarasa, namun bagaimana para customer itu datang untuk penasaran mencicipi cita rasa cheese cakenya yang mereka sebut deliver with premium Quality.

Ditinjau dari sebuah proses management dan juga services yang kasat mata, karena disini saya tidak melakukan observasi secara detail kepada object namun hanya melihat parameter-parameter services dan aktifitas mereka di social media dalam menunjang branding strategy mereka.

Berbicara tentang sebuah management marketing dan customer services, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kaitanya membangun sebuah brand dengan kualitas premium namun menjadikanya market segmented yang tidak hanya dari kaum premium namun dari segala kalangan bisa menikmati kualitas premium mereka.

Mari coba kita bedah dari sudut orang yang mengamati tanpa mempunyai niatan untuk membuka dapur mereka atau bahkan memberikan negative feedback, Namun berbagi untuk dapat bertukar informasi agar mendapatkan sebuah pemodelan sederhana service untuk skala kecil agar jika dimanfaatkan menjadi standar baru pelayanan jasa di Pekanbaru, Amin Semoga. Mari kita mulai dengan menggunakan bahasa yang mudah.

  • Corporate Identity
    L’Cheese Factry telah menentukan bahwa Mereka Sebagai Toko Cheese Cake Pertama di Pekanbaru, mempunyai tiga nilai untuk baseline Brand identity mereke : Dream , Love And Family.
  • Core Business Identity
    L’Cheese Factory adalah Toko Cheese Cake yang akan menyediakan segala macam varian cheese cake, dan Cheese Cake Impian customer adalah sebuah tantangan yang selalu ditunggu oleh para pemahat adonan serta kreator kecantikan citarasa.
  • Brand Awareness
    Mereka termasuk company yang mempunyai brand awareness banget dengan mengoptimalkan social media serta offline marketing strategynya. Hal ini bisa kita lihat bagaimana mereka memberikan channel komunikasi dalam bentuk Website, Twitter,BBM,Line,Instagram serta Hotline Number.
  • Halal Certification
    Mereka telah memiliki sertifikasi halal dari MUI dimana bagi bisnis di pekanbaru, hal tersebut menjadi sebuah selling point tersendiri untuk bonafidesnya sebuah usaha. Dan mereka aware akan hal itu, Great Point.
  • Safety Awareness
    Mereka juga menerapkan konsep keselamatan dan kebersihan dalam pekerjaan , sehingga tidak hanya sekedar menjual kue namun keselamatan kerja juga menjadi pertimbangan bagi aset perusahaan [baca:Pekerja]

Beberapa point diatas adalah sebuah pembukaan mengapa saya tertarik untuk menulis lebih lanjut, karena bagi saya yang tidak terlalu sering nongkrong di L’Cheese Factory, melihat interaksi mereka di dunia maya serta cerita testimoni dari beberapa rekan yang memang lebih dahulu mengenal L’Cheese, Akan Sangat menarik untuk mencoba membuat model bagaimana sih kalo misalkan L’Cheese Factory ini menerapkan Customer Service Oriented program dengan optimizing yang mereka punya sekarang tanpa harus berkorelasi dengan penambahan budget.

Silahkan ditunggu untuk pembahasan lebih spesifik mengenai “Dreams” saya pribadi membayangkan “Andai L’Cheese” dengan skala businessnya yang belum terlalu besar mampu menginspirasi para penggiat usaha dengan level yang sama, maka yang terjadi adalah Pekanbaru dapat memiliki sebuah standar baru pelayanan pelangga. –> TO BE Continued

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *