MENU

by • April 6, 2015 • catatan Perjalan, OpiniComments (0)462

CreativePreneur, Definisikan Kreatifmu

Masih di seri jalan-jalan long weekend di Pekanbaru menghabiskan hari dengan kegiatan positif. Mengambil tajuk “Young and creativepreneurCreative” dengan pembicaranya adalah Seorang “Artis” yang cukup terkenal kegantengan dan dikenal dengan gaya berbusana yang selalu rapi, Keenan Pearce.

Stephanie Julius adalah pembicara satu lagi yang hadir dan ini memang jauh lebih muda lagi tapi kenapa wajahnya ngga asing ya pas ketemu? *Masih penasaran*.

Keenan, dengan bahasa inggris fasihnya mencoba membawakan suasana dengan cukup hangat dan tidak terkesan sedang membawakan mata kuliah tamu 2 SKS secara bahasan yang ada ditampilan projector adalah teori dari bagaimana menjadi creative dan beberapa definisi dan contoh sedikit bagaimana dia meramu kreaatifitas dalam definisinya yang dituangkan melalui komunikasi social media secara pribadi menggunakan instagram (karena emang gue cek sih personal site, twitter dan lainya ngga ada yang update). Maaf ya keenan sampe kepo stalking bukan buat dapetin Raisa kok karena gue udah punya Bini tercintah :).

“Young and Creative” banyak ditampar oleh seorang stephanie Julius gimana dia langsung membangkitkan keseriusan untuk mendengarkan ceritanya saat dia menyebut kata “JUDI”. Kata “JUDI” memang menjadi kata dalam 3-6 bulan terakhir begitu akrab denganku karena ada dua hal tentang JUDI yang aku mau share :

  • Kalo mau jadi pengusahan Ren, Loe mesti berani JUDI. Kapan deh loe ada waktu gue ajak ke singapore kita cari kasino dan loe JUDI deh disono. Loe akan tahu rasanya Kehilangan yang direncanakan dan konsekuensi dari sebuah proses JUDI. Bukan buat addict tapi untuk tahu kenapa mereka di china dekat dengan “GOD of Gambler” – Itu omongan Kawanku.
  • “Asu, aku mari menang tombok 4 nomer tembus …ancen wuenak JUDI yo ndra. Cobaen a, opo main dingdong yo gapopo gawe seneng-seneng ae dudu golek pangan gawe anak bojo. Lek dolek duit gawe anak bojo yo kerjo tah” – Temenku penjual bakso yang baksonya berkembang pesta

Jadi Stephanie, bukan untuk ngetes saya bertanya kemarin tapi malam itu benar-benar hal yang berkecamuk dalam sekian bulan muncul semua kata-kata yang dirimu ucapin sampe akhirnya gue sempet nglamun nanya dalam hati ” Bisa aja nih kalo mau ngegampar gue lewat omongan orang lain”.

Keenan, malam itu melengkapi keyakinanku kalo apa yang barusan diajarin oleh temenku seorang social media strategist dan penggiat dunia kreatif tentang gimana keras dan panjangnya ide dunia kreatif juga sudah ditracknya. Dan yang paling utama adalah aku sempat bertanya hal yang mengganjal tentang salah satu hal mengganjal tentang pekerja industri Kreatif “Riau Rhythm Chambers Indonesia” karena dari semua teori yang diberikan sudah memenuhi kriteria untuk berhasil, dan Keenan melengkapi jawaban dari pertanyaan itu ” Lakuin terus menerus sebentar lagi akan ada hasilnya”.

Seminar berbayar pertama yang saya ikutin di #Pekanbaru. Dan dari Konten serta pemateri, Panitia mengkombinasikan dengan pas dan timing serta range knowledge experience. Bagiku Kreatif itu ” Bertindak tanpa ada ketakutan dan menjadi pribadi bebas”

Notes:
Overall Oke tapi ga enak banget kalo ga sampein bahwa minusnya cuma di MC yang menurut pendapat pribadi ingin Menguasai acara dan kalo bener tebakan saya ini orang penyiar radio kah? kayak siaran aja dia. Makanya ga heran kalo ada peserta penanya terakhir bukan menyindir tapi mengkritik langsung keberadaan dia di panggung dan kontribusinya :).

Everybody have style dan opininion, saya penikmat dari acara itu ingin menggambarkan perasaan dan excitement.

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *