MENU

by • February 18, 2017 • catatan PerjalanComments (0)411

Desa Bokor dan World Music Festival [2]

Pengalaman pertama ke bokor sempat ada insiden kurang mengenakkan bagi saya dan om ito yang baru pertama kali ke bokor, Pengalaman itu saat transit di Pelabuhan Selat Panjang. Menumpang Kapal Speed Boat, kami melihat bagian atas kapal kosong dan sempat bertanya kepada awak kapal ” Boleh Barang kami letakkan diatas? Mereka menjawab boleh”, Namun kejadian tidak mengenakkan saat sampai di pelabuhan selat panjang, Kami harus bersitegang dengan Porter yang ternyata secara hukum kebiasaan mereka menurunkan langsung Barang yang ada diatas kapal dengan meminta bayaran perkoli Rp.10.000,-.

Awalnya saya bingung saat barang kami kok tiba-tiba dimasukkan dalam trolly mereka sedangkan kami tidak meminta, ketika kami meminta barang kami mereka kok emosi? ” berapa potong barangmu?” ( Emang pakaian potong, uda jelas itu koper, Rupanya istilah orang pelabuhan dengan koli adalah Potong”.

Setelah kami ambil mereka tetap bersikeras minta uang dan kami pun membentak ” Siapa suruh kau turunkan barangku? Dan dia tetap pake bahasa potang potong ngga jelas dengan bau minuman keras dari mulutnya, Akhirnya dia minta Rp.40.000,- , karena aku ingin menyudahi ngomong sama orang mabuk aku kasih Rp.50.000,- dan memang mencoreng kesan pendatang, mereka langsung ngeloyor pergi dan tidak ngasih uang kembalian.



Jadi, Lesson Learned yang bisa diambil adalah saat kita pengen naik kapal tanyakan dan cari informasi biaya porter, tempat meletakkan barang dan sampai dimana barang kalian akan dibawa oleh mereka. Jangan sampai bersitegang seperti kami, Perlu banget diedukasi biar ngga mencekam pelabuhan selat panjang untuk pendatang apalagi bukan orang melayu pasti bisa terpancing emosinya.

Kami langsung melupakan kejadian tidak mengenakkan tersebut saat pompong jemputan kami datang dengan sambutan ramah dari Panitia Bokor World Music Festival 2016, sepanjang perjalanan ke bokor setengah jam sepertinya menikmati sore jelang maghrib melewati hutan bakau dan ada kayu sagu lagi direndam. Kemudian kami tiba disana, langsung menuju venue. Jujur saya salut dengan venue yang ternyata disulap dari lahan kosong mesti nglewatin kuburan juga dengan latar belakang hutan bakau, panggung megah dan Sound Menggelegar ala P’Sound Audio Rental yang kali ini full team turun ke Bokor, Rindu rasanya tidak melihat mereka yang sudah semingguan berada disana.

Setelah meletakkan alat musik dan kawan-kawan Riau Rhythm mulai cek sound, agaknya saya haus dan setelah menyapa ak fatah melipir ke belakang Sound Station pesan minum Air Kelapa, Sejuk dan segar rasanya plus gorengan yang nikmat sambil melihat Riau Rhythm Cek Sound. Setelah Check Sound pas adzan Maghrib, kami pun berjalan ke Homestay yang sudah disiapkan oleh Panitia, disambut ramah pemilik rumah dengan Gasibu didepan rumah berpagarkan Bekas Gergaji Kayu dunk ( ini epic banget lah pagarnya).

Untuk MCK, Homestay yang kami tempati sepertinya belum menggunakan model yang banyak digunakan karena untuk WC Toilet masih seperti zaman dulu yang langsung tembak bawah dan ngga pake septitank sepertinya, Air Sumur langsung ditimba untuk kami mandi. Bagiku itu bukan sebuah hal yang urgent, karena beradaptasi dengan kearifan Lokal atau kondisi asli bagaimana mereka hidup adalah hal yang sangat menarik bagiku. Kami tertawa bercerita pengalaman kenyamanan waktu ke WC, kalo saya sih masih oke dan enjoy aja namanya juga tour.


—————————————–
FRONT PAGE



Masakan khas ibu-ibu di bokor menjadi pengobat lapar kami semua, lahap kami makan dan menikmati sekali kopi dan teh yang disajikan. Dan kemudian kami menuju venue untuk bersiap-siap sekalian beramah tamah bersama rekan musisi yang datang dari berbagai propinsi serta mancanegara yang akan menampilkan karyanya di Bokor World Music Festival.

Saya, hadir di Bokor World Music Festival 2016 bersama Riau Rhythm Chambers Indonesia dan Enjoy dengan perhelatan tersebut. Semoga kita berjumpa kembali tahun 2017, Semangat Bang Pandi, Semangat terus berbenah dan naik kelas terus perhelatan Bokor World Music Festivalnya.

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *