MENU

by • October 9, 2017 • catatan Perjalan, Community, OpiniComments (0)120

Digital dan Akademi Berbagi

Minggu kemarin saya baru saja “Pulang Kampung” ke Pekanbaru karena memang ada tugas dari kantor juga yang harus diselesaikan di customer yang ada disana. Excited sekali jelang kepulangan saya ke pekanbaru setelah mungkin 10 bulan lalu saya resmi merantau kembali ke Jakarta.

Bicara tentang pekanbaru adalah tentang sebuah jalan panjang yang ditata oleh Tuhan bertemu dengan banyak hal termasuk Akademi Berbagi yang kemudian melahirkan Akademi berbagi Pekanbaru 4 Tahun yang lalu. Saya masih ingat betul bagaimana 4 Tahun lalu semua dimulai dengan hal yang baru bagi sebagian pergerakan komunitas di pekanbaru, DIGITAL. Bagaimana agar kelas yang diselenggarakan ini tidak hanya berakhir di kelas namun meninggalkan jejak digital yang konon lebih “evergreen” daripada hanya sekedar kelas konvensional.

Sudah 4 Tahun berlalu dan saya pun meninggalkan pekanbaru dan melepas status relawan akberpekanbaru untuk kemudian masuk melamar sebagai relawan akber jakarta dengan ikut aturan kok saya harus ikutin kelasnya terlebih dahulu biar paham medan tempur antara akberpekanbaru dan jakarta. It’s Totally different memang dan saya harus mengamini apa yang dikatakan oleh founder waktu itu bahwa setiap kota punya ciri khas dan tantangan masing-masing.

Di Pekanbaru, saya dan teman-teman waktu diawal dibantu sama Athiek membagi tugas agar akberpekanbaru bisa digital dan mulailah dengan membuat account Twitter dan Weblog sama Facebook. Instagram? Empat tahun yang lalu, instagram bukan siapa-siapa untuk urusan digitalisasi kelas akberpekanbaru. Menyapa, mencolek, dan berinteraksi secara dunia maya menyapa seluruh akun komunitas pekanbaru yang meskipun banyak sudah amti suri namun karena rajin dicolek akhirnya ikutan hidup dan kemudian seluruh materi kelas juga kita simpan di weblog akberpekanbaru menjadikan relawan bagian digital cukup sibuk untuk jadi admin twitter, facebook dan weblog.

Hari ini saya cek akberpekanbaru.wordpress.com dan kelas terakhir terupdate disana adalah kelas #Akberpku40 dan itu updatean saya terakhir saya jadi admin di bulan oktober Tahun 2016. Dalam 12 Bulan sampai dengan tahun 2017 bulan oktober, 4 Kelas ( kelas terakhir hastag #PKU44). Account twitter dan facebook aktif ketika kelas bergulir pun kadang terlewat hal itu sering terjadi.

Akademi Berbagi dan Digital adalah dua hal yang seharusnya selalu sinergi namun disadari atau tidak bahwa memutuskan hidup di alam digital itu tidak bisa sembarang orang asal punya account socmed kemudian bisa menjadi admin atau motor sebuah akun digital akberkota. Kita tanya pada diri sendiri tentang sebuah realitas betapa update dan ceriwisnya kita akan konten di socmed pribadi dan kemudian nge-hang alias kehabisan ide disaat pegang akun akber? Jujur saya pun pernah berada dalam kondisi harus memilih apakah eksis sebagai pribadi atau berkompromi dengan tanggung jawab megang akun akber.

Karena megang akun akber itu bagi saya punya baju kewajiban untuk bisa menjadi representatif organisasi serta value volunteer yang bisa tersampaikan sehingga tidak terkesan sebuah robot sedang mengetik dengan bahan yang telah diberikan transkrip. Follower organik alias biarkan tumbuh dengan sendirinya akan tumbuh dengan semakin banyak interaksi dan menyapa serta berkenalan, itulah fitrahnya berjejaring. Kebetulan saya bekerja waktu itu 5 Tahun di dunia customer services sehingga sedikit banyak tahu bagaimana harus “Ber-Courtesy” dengan akberians meskipun ada yang bilang “Kok Kaku?” karena memang kita harus memilih bagaimana menggunakan bahasa di social media untuk sebuah akun komunitas.

Akademi Berbagi bagi saya mempunyai ciri khas pembeda disisi “DIGITAL” artinya seluruh materinya dan jejaknya harus traceable di Google (gampangnya), jadi ketika suatu kelas yang diadakan di Akademi Berbagi tidak dapat kita temukan di GOOGLE berarti itu saatnya Akademi Berbagi Pusat untuk turun gunung memastikan engine digitalnya bekerja di akberkota.

Ditulisan selanjutnya akan coba saya tulis bikin kelas akber yang ngga pake ribet. Tunggu di tulisan selanjutnya.

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *