MENU

by • April 15, 2015 • catatan Perjalan, OpiniComments (2)418

Dokumentasi dan Dokumentator

Siapa sih yang ngga ingin ada jejak rekam atau dokumentasi atas perjalanan kehidupan yang memang ditakdirkan hanya satu kali dengan mengabaikan kepercayaan reinkarnasi tentunya. Zaman memang telah berubah atau lebih suka kusebut berjalan menua sesuai usia perut sehingga sehingga semua hal akan dibuat lebih dekat dengan asal mula peradaban.

Gadget dan segala macam kemudahan terutama potret yang bisa direkam kapanpun dan dimanapun asal baterai nyala telah menjadikan kita pribadi manusia yang mempunyai naluri mendokumentasikan. Ada benteng yang cukup tebal dengan kata dokumentasi dan kamera serta cerita menurutku karena memang hal tersebut sepertinya aku pahami dalam area negatif yang masuk ke arah sombong, pamer dan tentunya lebay banget sih.

Setiap manusia membutuhkan waktu dan cara tersendiri untuk dapat menerima atau berdamai atas sebuah pendapat yang tentunya tidak ada salah dan benar, hanya masalah kecepatan waktu menerima sebagian atau seutuhnya. Kembali ke dokumentasi, akhirnya aku mulai setuju bahwa dokumentasi bukan untuk menampilkan diri tapi mengabadikan rasa yang kita alami pada saat itu dan tentunya, KITA INGIN!!

Hari ini tepatnya sebulan yang lalu 15 Maret 2015 aku menikah (kalo ga percaya klik deh wedding.peninta.com) adalah awal aku ingin mendokumentasikan perjalanan hidupku kedepan. Tentunya perlu adanya konsistensi atas keinginan, tapi tidak ada yang salah dengan niat yang positif dan yang paling penting, DO THIS FOR OUR LIFE. Dimulai dengan mengumpulkan kembali cerita berfoto kita berdua semasa pacaran dan mencoba mengingat cerita dan momen saat itu kemudia menuangkanya dalam FOTO PREWEDDING dan tentunya blog yang disiapin sebagai digital invitation

Lompatan kedua adalah memastikan di pernikahan nanti bakal ada dokumentasi  foto dan video. Dan ndilalah kok ya ketemu dengan team dari BOBO PROJECT yang muda dan tentunya bakal gokil (semoga). Nah silahkan menilai sendiri teman-teman kelakuan para pendokumentator yang embajak pelaminan kami karena ingin rebutan selfie meski sudah dibilangin ketampananan mereka musnah kalo harus beradu denganku.

Style mendokumentasikan dengan banyak dialog dan diskusi serta tentunya keterbukaan cerita menjadikan banyak versi hasil dokumentasi. Bahkan sampai video clip pun bisa dibikin saking liarnya mereka bereksplorasi dari hasil rentetan. Ternyata ngobrol santai dan tidak memposisikan siapa yang harus dominan dalam sebuah proses dokumentasi akan menghasilkan hasil yang tak terduga gokilnya.

Momen Titik balik pernikahan sudah terdokumentasikan, dan sekarang bareng dengan istri yang hobi banget make instagram dan editing apps bakal ngedokumentasikan keseruan.

Kami Hanya Tahu cara berbahagia, Karena kami memilihnya.

happy wheels

Related Posts

2 Responses to Dokumentasi dan Dokumentator

  1. bobo syamu says:

    thanks my best client….sampe dibuat postingan tentang kita……next project kita sikat lagi….. salam selfie dari kami boboproject creative

    • admin says:

      hihihi….
      masih belum itu masbro. Masih Pemanasan soalnya masih ada utang copy sisa data foto biar lengkap kalo mau bikin cerita.
      we are exciting with this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *