MENU

by • October 19, 2014 • Community, Project ManagementComments (0)307

Financial Checkup, Perlukah?

Medical Check up saja kadang menjadi hal yang abai kita lakukan apalagi dengan kalimat baru yang satu ini “Financial Check-Up”. Sedikit kita bahas mengapa medical checkup perlu kita lakukan? karena kita memang  tidak tahu dengan kondisi badan kita yang ada didalam sekedar untuk meneruskan tanda ketika tubuh memberikan sinyal ketidakberesanya. Resikonya adalah kita menjadi tahu kondisi kita secara menyeluruh dan kembali kepada penyikapan atas hasil tersebut “Preventif atau Bodo Amat dan terus lanjutkan hidup seenaknya”.

Financial Checkup ini lebih kejam lagi kalo kita meakukan hal tersebut karena bisa jadi akan tambah stress akibat perilaku hidup kita juga akan terkoreksi secara besar-besaran mulai dari penyebab, yang terjadi dan sampai rencana serta tujuan hidup kita kedepan yang sudah kita jalani harus siap-siap kita rubah jika kita ingin menjalani hidup dengan benar secara finansial, Namun ini adalah opini dan metode yang siapapun punya hak untuk tidak sepakat karena merasa tidak cocok dengan kenikmatan hidupnya saat ini.

Financial Checkup itu adalah memulai kita kita berkenalan dengan financial planning terhadap keuangan kita. Tentunya dalam sebuah perencanaan adalah bagaimana kita mengelola keuangan kita (sumber pendapatan) menjadi beberapa hal yang akan menyesuaikan dan mendukung tujuan dari finansial yang kita tentukan, Planning How Your Money Will Work For Your Life.

Kompone dari rencana keuangan adalah Resiko + Tujuan Finansial +Investasi. Tujuanya adalah berinvestasi , berinvestasi harus berarti menghasilkan sesuatu untuk hidup kita bukan menjadikan kita suffer untuk apa yang ingin kita hasilkan. Proses financial checkup adalah kita mulai dengan membagi Kebutuhan hidup kita dan penghasilan menjadi beberapa hal ini :

  1. Menabung

Menabung   Berinvestasi adalah hal yang harus kita lakukan dengan besaran yang memang kita sesuaikan terhadap tujuan dari menabung tersebut. Misalkan kita menabung 20% dari gaji bulanan selama 1 tahun karena kita ingin pada akhir tahun tersebut kita memiliki motor baru dengan beli cash. Ingat menabung adalah untuk kita gunakan secara cash bukan untuk memulai hutang atau kita nabung untuk bisa DP sesuatu.

2.Cicilan

Masukkan kategori cicilan yang sedang kita lakukan, ingat untuk memastikan memang sesuatu yang kita cicil dalam periode tertentu yang tidak lebih dari masa hidup kita. Cicilan Motor,cicilan hutang ke bank atau cicilan rumah dan cicilan kartu kredit.

3.Pengeluaran Rutin

Pengeluaran rutin adalah pos dimana memang hal tersebut setiap hari harus kita keluarkan menyangkut operasional hidup kita seperti naik angkot ketempat kerja, makan siang ketika dikantor, masak, kebutuhan dapur, jajan anak, beli sabun dan kebutuhan rumah tangga primer, zakat dan lainya.

4.Social cost/ Lifestyle

Social cost  / lifestyle ini adalah bagian dari kita juga harus memperhatikan kehidupan kita dan menyenangkan diri serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain serta untuk opportunity lainya yang dapat menjadikan kita mendapat kehidupan lebih baik. Nongkrong di cafe bareng kawan atau kolega yang mempunyai peluang untuk mendatangkan kesempatan karir lebih bagus, membantu sodara yang membutuhkan ,sedekah dan hangout atau jalan-jalan ke tempat wisata menyenangkan.

Thanks to @mrshananto / Ligwina tentang inspirasi dan sharing singkat di kelas Akberpekanbaru, hal yang simple untuk dilakukan dalam melakukan financial checkup untuk awal kita mengelola keuangan dengan baik dan benar. Yuk kita praktekkan

FP

[All picture couretesy of @akberpekanbaru tweet with hastag #pku17 ]

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *