MENU

by • April 22, 2015 • catatan Perjalan, OpiniComments (0)1046

Flutist, Mencari Tuhan Melalui Musik

Aku memanggilnya bang Ito, Nama Lengkapnya Aristofani Fahmi. Beliau adalah seorang Flutist atau pemain Flute Riau Rhythm Chambers Indonesia.  Aristofani Fahmi, lahir di sebuah kabupaten di selatan sulawesi selatan kota bulukumba, sekitar 150KM selatan makassar yang menghabiskan masa Kecil sampai SMA nya di kota makassar. Sempat tidak melanjutkan studi setelah lepas dari SMKI , tertunda untuk melanjutkan sekolah ke Jawa karena orang tua belum memberikan izinya.

The Flutist

The Flutist

Jurusan karawitan di ISI Solo dipilihnya semasa kuliah , bermain musik jawa baginya adalah katalis yang akan menghantarkan impianya untuk membuat sebuah karya atau komposisi suatu saat nanti. Karawitan adalah keahlian wajib yang harus dilahapnya karena tuntutan kurikulum namun semester 2 pun sudah menghantarkanya kepada kebingungan orientasi akan gamelan yang harus diakrabinya di bangku kuliah. Sederhana pemahaman lelaki, karena ketika dia harus kembali pulang ke makassar gamelan dan karawitan tidak akan dapat digunakanya.

Permainan musik inovasi eksperimental Sono seni ansamble , yang mengajarkan Bang Ito untuk dipacu membuat komposisi yang tidak ditemuinya di kampus atau bangku kuliah . Ditahun kedua bergabung baru bisa mewujudkan sebuah karya komposisi.  Tugas utama kuliah mengajarkanya menulis karena harus mengkaji dan melalui menulislah ito mengenal lebih dalam tentang musik dan seni budaya , MAJALAH GONG adalah pencapaian tulisan aristofani dimuat.

Sempat merasakan menjadi wartawan tempo di makassar akhirnya kembali ke pekanbaru dan memberikan permintaan unik kepada istrinya untuk mengenalkanya dengan pemusik di pekanbaru, salah satunya adalah Rino Dezapaty Riau Rhythm. Riau Rhythm dalam seni komposisinya memiliki kemiripan konsep dengan sono seni ansamble dengan pendekatan etnik melayu . mkassar kendang maccarena , saling mengimbal tanya jawab. tidak meras akesulitan karena secara kedekatan musik makassar dan melayu ada benang merah cukup erat

Bagi Pengajar SENDRATASIK UIR ini , musik tradisi adalah belajar tentang nilai yang tidak ditemukanya di musik populer. Makna tentang kehidupan dan ketuhanan yang ditemukanya melalui musik ini. Hubungan musik dan tuhan masih menjadi pencarian dan tantangan untuk menemukan jawabanya, karena kedua itu adalah sesuatu yang abstrak dan tidak berbentuk. Musik tradisi mengandung nilai, sebuah bunyi sederahan mewakili nilai yang sangat besar dan kita juga diberikan kesadaran dan penyadaran bahwa kita akan kembali kepada tuhan , musik yang memberikan panduan kepada tuhan dan melalui musik kita bisa mengenal tuhan.

Selalu menarik untuk berbincang dengan Beliau ketika ada ruang yang memungkinkan, berbicara tentang sebuah filsafat pemahaman rasa dan tentunya sebuah diskusi bukan debat keilmuan. Pria Asli Makassar ini sekarang ada di Tanah Tua Melayu dan menjadi bagian dari babak baru sebuah perjalanan Riau Rhythm Chambers Indonesia – Jejak Suara Suvarnadvipa.

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *