MENU

by • December 22, 2015 • catatan Perjalan, OpiniComments (0)638

Hotradero, Cerita Tentang Indonesia

Sabtu Pagi, 19 Desember 2015 Pukul 09:00 WIB bertempat di Graha XL Mega Kuningan, Kelas Akhir Tahun Akademi Berbagi – AkberJKT diadakan. Sebuah kesempatan yang kebetulan untuk saya yang sehari-hari tinggal di pekanbaru. Seminggu sebelumnya, tidak sengaja membaca pengumuman kelas akhir tahun ini di social media. Setelah confirm bahwa schedule tugas ke jakarta masuk dalam range tersebut, link untuk registrasi via eventbrite pun aku lakukan, karena memang begitu aturan di Kelas Akademi Berbagi, meskipun saya relawan dari kota lain namun perlu bagi saya untuk mengikuti ground rules kawan-kawan Akber Jakarta sebagai Host dari kelas Akhir Tahun Ini.

Guru dan Moderator yang hadir di Kelas Akhir Tahun ini bisa terbilang komplit banget seperti mata rantai.

  • Anto Motuls di Moderator
  • Guru : Poltak Hotradero, Jonathan Tenggara, Yusuf Arifin dan Roby Muhammad.

Dibuka oleh MC dari relawan AkberJKT, kemudian mbak Ainun menjelaskan sekilas dan perkenalan tentang akademi berbagi sampai dengan status terakhir yang sudah bertransformasi menjadi akademi berbagi Foundation. Dilanjutkan dengan mas Imam Subchan selaku Ketua UMUM Akademi Berbagi menjelaskan beberapa hal tentang agenda akademi berbagi tahun 2016 terutama tentang LLD ( Local Leaders Day ) 2016 yang akan di selenggarakan di Jogjakarta.

IMG_4971

Bang Anto Motulz membuka kelas akhir tahun setelah diperpindahkan dari MC, dan Bang Poltak Hotradero menjadi pembicara pertama pada pagi hari itu. Dimulai dengan pernyataan, 2015 TAHUN YANG BERAT!!

Tahun 2015 adalah tahun yang berat bagi ekonomi indonesia, dunia pun begitu melambat. Faktor yang mempengaruhi ada 2 hal, Eksternal ( Tukar Dollar, Minyak Turun) dan Amerika yang semakin konsumtif. Melihat pertarungan dan peta kekuatan CHINA dengan AMERIKA maka kita akan melihat sebuah kondisi yang saling menguntungkan antara kedua NEGARA ini. China adalah Negara Produsen Terbesar, dan Amerika adalah Negara Konsumtif Terbesar. Punchline dari kedua kondisi tersebut adalah kalo pengen kaya, DAGANG!!.

Harga Minyak tidak lagi menjadi sebuah kekhawatiran bagi Amerika karena mereka telah menemukan teknologi yang bisa menghidupkan serta memaksimalkan sumur-sumur tua di negara mereka. Tahu atau Tidak Tahu bahwa Amerika sudah ditasbihkan menjadi Negara Penghasil Minyak Terbesar, kekuatan pun bergeser dari Rusia dan Iran. Namun secara politis hal itu akan terus dimainkan sehingga mereka akan menjadi pemain catur harga minyak, Dan kita akan menunggu komoditas apalagi yang bakal menggantikan minyak sebagai acuan atas perhitungan belanja Negara mereka.

IMG_4960

Kembali mengenal indonesia, mengetahui untuk mengajak kita berfikir secara hukum ekonomi dengan mengesampingkan sebentar pertimbangan hukum kesetaraan antara JAWA – SUMATRA – KALIMANTAN – MALUKU – PAPUA. Sebuah prosentase yang mencengangkan bahwa Fakta 88% Output Ekonomi Indonesia berada di Pulau JAWA – SUMATRA – KALIMANTAN. Sedangkan MALUKU – PAPUA hanya 2%. Selebihnya ada di BALI dan NUSA TENGGARA.

Sebuah kenyataan lagi jika kita melihat dari sisi Propinsi, Maka pertanyaan kenapa ekonomi dan pembangunan INDONESIA Seperti terlihat jawa sentris sekali, Maka Prosentase ini akan Menjawab. 45 % Output Ekonomi Indonesia ada di Jakarta (15%), Jawa Timur (15%), Jawa Barat (15%). Secara Logika berpikir ekonomi, Jika sebuah Asset menghasilkan Output Mayoritas, apa yang akan kita lakukan? Memberikan Pelayanan dan fasilitas lebih? atau kata Lain jadi ANAK KESAYANGAN? Jawabanya, IYA.

Ekonomi tahun 2015 berjalan dengan lambat, bukan hancur atau berhenti. Kenapa sih bisa dikatakan melambat? Gambaran tentang INDONESIA, 60% Roda Penggerak Ekonomi adalah Konsumsi Private, 40% adalah dari Dana APBN. Artinya, NEGARA kita akan tetap bisa berdiri tegak walaupun pemerintah hanya makan gaji buta alias tidak ngapa-ngapain.

Di Negara ASEAN, Indonesia adalah Ancaman yang Nyata karena 40% Kekuatan ASEAN ada di kita. Isu yang berkembang bahwa kita tidak akan berkembang dan bahkan terancam akan kalah bersaing dengan negara ASEAN lainya maka kita bisa katakan, itu hal yang keliru. Konsumsi Private dari rumah tangga untuk INDONESIA cukup tinggi, 60% dari Kebutuhan Negara itu Sendiri.

Pesan yang saya tangkap dari kelas ini adalah, Pemerintah sudah bisa tenang bekerja sebenarnya untuk mendongkrak roda ekonomi tanpa perlu direcoki sama rakyat. Karena rakyat merupakan roda penggerak lainya yang akan senantiasa menjaga perputaran roda NEGARA ini. Memulai untuk memetakan dan menerima kenyataan tentang data dimana PASAR Sesungguhnya adalah hal yang menarik, berdagang barang kebutuhan rumah tangga sebagai konsumsi private adalah hal yang paling make sense dengan peta kondisi sebuah usaha.

Saya jadi teringat bagaimana Mie Sedap yang semula berawal dari pabrik sabun colek dan batangan kemudian bertransformasi merebut pangsa pasar penguasa mie instan INDOMIE dkk hanya dengan kejelian melihat pasar. Mengetahui kebutuhan terbesar masyarakat ada di sektor apa, dan kemudian masuk menjadi salah satu pemain atas Pasar tersebut.

Masih Butuh Negara Ngga Sih kita sebenarnya?

Masih ada Jonathan, Yusuf Arifin dan Roby Muhammad dalam catatan Kelas Akhir Tahun Akademi Berbagi. Tulisan selanjutnya akan hadir mengupas apa yang beliau sampaikan. Bang Poltak, Terima Kasih dan Senang mendapat kesempatan langsung mendengar anda bercerita.

Salam Berbagi Bikin Happy

#KelasAkhirTahun To Be Continued

 

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *