MENU

by • April 4, 2015 • catatan PerjalanComments (0)694

Jakarta, You Versus Yours

Tulisan atau kicauan yang terdengar kesekian juta kali orang akan menuliskan di blog atau kicauan twitternya dan update status socmed lainya untuk satu Kata yang merepresentasikan banyak hal apalagi bicara branding siapa yang tidak tahu kota yang satu ini, Jakarta.

2006 aku menginjakkan kakiku di jakarta, memisahkan diri dari gerombolan kawan-kawan kampus yang banyak bergerak didunia per-pabrikan dan para pejuang engingeering lainya. Karena memang sadar diri lulus 5 tahun itu memang menyisakan ketidaksiapan kala itu karena jauh dari rekan kampus lainya akhirnya aku memutuskan menerima tawaran pekerjaan yang kala itu membawaku mengenal Jakarta Timur tepatnya, Jl. Pemuda.

5 Tahun aku akrab dengan jalanan rutin Bekasi – Jakarta Timur dan kemudian setahun terakhir ditahun terakhir Mampang – Jakarta Timur. Banyak pemberhentian yang aku temui dari mengenai tukang tambal ban, warung indomie pinggir jalan dan ekdai rokok batangan sampe paling fenomenal tentunya akrab dengan warteg dan tukang ojek tentunya sebagai tempat istirahat dan bertanya.

2011 pertengahan akhirnya aku memutuskan untuk memulai petualangan baru di luar jakarta dan menjalani lompatan hidup gimana sih rasanya, Pekanbaru Riau menjadi destinasi. Kota yang memberikan kesan sangat mendalam karena menunjukkan padaku, Hidupmu bisa kau tata kembali disini dan langkahmu bisa kau kalibrasikan setelah mesinmu bergerak sangat cepat autopilot di Jakarta.

Jakarta memang menimbulkan banyak hal termasuk kegemaranya menawarkan tantangan termasuk kemajuan secara otak pemikiran dan teknologi serta kita menganut dunia kekinian siapa sih yang ngga menjadikan jakarta dan sekitarnya menjadi kiblat.

Jakarta bagiku adalah semangat yang kuambil untuk belajar menjadi pribadi yang berani berkompetisi. Berkompetisi dengan diri sendiri dan memutar otak untuk menjadikan keruwetanya adalah tantangan kita mencari jalan keluar dan alternatif tidak ikut dalam pusaran keruwetanya.

Jangan mengeluh di Jakarta ketika kau di luar Kota itu karena dia mengajarkan banyak hal padamu termasuk cara kau mengeluh sekarang :).

Jakarta juga Indonesia

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *