MENU

by • October 3, 2016 • OpiniComments (2)507

Jatuh Cinta dengan Sinestesia

Efek Rumah Kaca, Nama group band satu ini memang tidak asing bagi saya. Tidak asing di telinga memang, namun ya itulah untuk saya yang menjadi penikmat musik radio dan seringnya ikut-ikutan playlist orang sekedar tahu dan nyambung diajak ngobrol akibatnya, TELAT JATUH CINTA.

Saat jaman Spotify dan WIFI.ID di era mendengarkan musik menjadi hal yang mudah dan “MURAH” mendengarkan lagu yang pengen didengar adalah hal yang choosable untuk dilakukan. Lanjut ngomongin Jatuh Cinta dengan Album Sinestesia ini, beberapa bulan lalu saya langsung menghubungi Contact Person Efek Rumah Kaca untuk bisa dapetin seluruh Series CD EFEK Rumah Kaca dan ternyata sedang tidak lengkap, saya diminta menunggu nanti dikabari kalo sudah ada. Namun sampai sekarang sih belum dikabarin, but thats OK toh saya masih bisa dengerin di Spotify. Lagi punya hobi ngumpulin CD FISIK entah dari Gerai Ayam goreng atau yang lagi menarik untuk dibeli, Katanya biar dilihat keren sama kolektor anak-anak musik padahal mah emang pengen aja, jadi bisa didengerin di Mobil Kantor disaat serangan MP3 Lagu minang menguasai kabin.

Cholil adalah nama yang sering disebut sama temanku saat aku lagi ngamen sambil nyanyi ” Mas, Muka, rambut sama suaramu kok kayak Cholil pas teriak?” Saat itu saya hanya tersenyum karena secara ngga ngerti Cholil itu siapa dan gimana bentuknya. Dan Pada suatu saat ketemulah video di youtube yang Efek Rumah Kaca Duet sama Barasuara. Dari situlah memang saya membenarkan, pantesan saya dibilang CHOLIL lha emang dapurane ga beda jauh. Nasib sih tetep masih bagusan Cholil, secara emang namanya luar biasa pake bangets.

img_5360Ngomongin EFEK RUMAH KACA ini jadi keinget sama Almarhum SAM TOCIP yang memang Indieholic banget yang sering promosiin band satu ini untuk saya jadikan referensi bermusik. Terus terang sih saya sedang agak jenuh beberapa waktu terakhir dengan serangan INDIE dan kebetulan serangan HOMOGEN dari sisi penawaran musik. Tenang, INDIE itu bebas kok sebebas saya sedang apes disiram sama referensi yang HOMOGEN. Tapi ya, itu karena saya katrok sehingga ketemu yang homogen.

Jatuh Cinta mesti diceritain detail ya? ngga bakal ada habisnya, tapi mendengar dan membaca perjalan Efek Rumah Kaca memang menjadi inspirasi tersendiri bagi saya pribadi terutama dalam proses pembuatan karya menggabungkan musik – Distorsi dan Syair yang sangat kuat pake bahasa sehari-hari tapi ngga kelihatan banget maksa biar dikira musisi indie bangets, Karena INDIE ngga Harus ANEH!

Lagu “KUNING” adalah yang paling saya suka karena cerita didalam lagu itu mengangkat tentang tema yang selalu menjadi persoalan para Pencari TUHAN dan Keserikatan Alam Semesta. Proses spiritual yang dialami setiap manusia pasti berbeda-beda dan manusia yang mengkonsepsi TUHAN adalah bentuk lain dari lompatan kuantum sebuah pola pemikiran yang mendobrak untuk tidak sekedar menerima saat dibilang “JANGAN KAU KONSEPSIKAN APALAGI MEWUJUDKAN TUHAN”.

Permainan dialog atas Tuhan dalam pikiran manusia akan sangat menarik dan cenderung menarik kita kedalam sebuah orgasme pemikiran liberal tanpa sadar jika kita tidak berpijak ke bumi dalam proses dialog tersebut, yang ada adalah manusia mencari approval atas semua yang dilakukanya adalah digerakkan dan diizinkan oleh TUHAN. Jadi saat realita dunia kemudian menjadi sebuah penghalang atau penolakan tesebut didapatkan, kembali TUHAN direpotkan dan Disalahkan. Tak jarang yang kita dengar ada pembunuhan atau sebuah tindakan yang didefinisikan krimial oleh dunia kemudian terbahasakan menjadi sebuah tindakan Suci ala nabi Ibrahim mengatasnamakan WAHYU TUHAN.

Wahyu Tuhan yang kemudian secara tak langsung dimaksudkan bahwa TUHAN sampe kurang kerjaan banget sampe mesti ngurusin bunuh manusia pake tangannya. Kadang sih, TUHAN terlalu diremehkan manusia dalam peranya untuk Ngurusin hal-hal kecil. Dalam sebuah kesempatan MAIYAH, Cak Nun sering mengingatkan tentang Manusia dan Nusantara dalam Republik ini bahkan hubungan antar manusia, agar dalam setiap DOA yang kita sampaikan setidaknya tidak Merepotkan TUHAN alias Tuhan itu bukan seperti kantong doraemon. Kadang kita memperlakukanNYA keterlaluan dalam DOA.

sinestesia

Itulah Jatuh Cinta Saya terhadap suatu karya musik, Bukan sekedar enak didengar tapi karya tersebut harus mempunyai frekuensi yang akan beresonansi atas perjalan hidup kita. Setiap manusia pasti suka satu atau banyak lagu, karena bunyi yang timbul itu punya frekuensi atas interaksi telinga – Otak dan Hati. Kali ini, saya jatuh Cinta kepada Karya Sinestesia – EFEK RUMAH KACA.

Tunggu Kisah Jatuh Cinta saya selanjutnya.

Referensi :

 

happy wheels

Related Posts

2 Responses to Jatuh Cinta dengan Sinestesia

  1. DiPtra says:

    waaah telat Maasss haha. Album Sinestesia iki paling uapiiik. Pilihan konsep musik, diksi syair lagu dan yang terakhir konser Sinestesia 13 Januari tahun lalu.

    Lagu Putih jadi favorit di album Sinestesia.

  2. admin says:

    Kalo lagu favoritku ancen tetep kuning Dip, mbuh kok ketokane mbois ae. Masalah Diksi Syair Lagu ancen angkat tangan. MBOIS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *