MENU

by • July 18, 2017 • catatan Perjalan, JualanComments (0)207

Jualan Jilbab di @mywinola

Alhamdulillah tahun 2017 adalah awal keluarga kecil kami hijrah dari Pekanbaru ke Jakarta. Meninggalkan kota pekanbaru yang merupakan kota kelahiran istriku adalah bagian yang aku sendiri salut akan kesiapan istriku menatap hidup baru di Ibukota. Menjadi ibu rumah tangga yang bertekad membesarkan Bhumi dengan sepenuh hati dan waktu juga merupakan keputusan yang tidak mudah, tapi itulah istriku ingin anak lanang tumbuh dan besar dengan penuh kasih sayang kedua orang tuanya.

Memutuskan tinggal di Mampang juga bukan tanpa alasan disamping lingkungan ini sudah sangat aku kenal dengan teman-teman satu almamater yang nggrundel kalo urusan melepas penat setelah kerja di teras bersama. Selain itu, mayoritas sudah menikah dan 2 keluarga juga mempunyai anak kecil yang usianya beda 1-2 Tahun dari Bhumi. Minimal istriku tidak akan kesepian karena ada ibu rumah tangga lain dan anak-anak mereka yang akan jadi teman bermain bhumi.




Tempat kerjaku yang kalo tidak macet bisa ditempuh 10-15 Menit dari rumah juga menjadi hal yang cukup meringankan masa adaptasi di Jakarta. Yah, Jakarta dengan segala kemudahanya juga menjadi PR tersendiri bagiku untuk sedikit sedikit memperkenalkan cara survive di Jakarta yang identik dengan Online Shop , GOJEK, e-Commerce,Banking Transaction dan ga kalah pentingnya adalah Transportasi Busway dan Kereta. Namun karena memang istriku suka sekali jalan-jalan alias bergerak, sampai akhirnya semuanya bisa dilaluinya dengan cepat dan bisa semuanya sampai akhirnya ngajakin Bhumi Jalan-jalan dan belanja sampai ke Tanah Abang.

Tanah abang mungkin jadi sumber inspirasinya kemudian ketemu lagi dengan sahabatnya yang kemudian mereka sepakat untuk memulai Jualan Jilbab Home Made alias ngejahit sendiri dan cari motif yang sesuai. Sering blusukan cari kain untuk kemudian dijahit dan diberi label sendiri, MYWINOLA. Jualan Jilbab dengan brand MYWINOLA adalah aktifitas istriku saat ini disela-sela menemani Bhumi Tumbuh mengenal apa yang ada disekitarnya.

Akupun mengambil bagian dari Jualan Jilbab itu tentunya porsi seorang laki-laki yang tahu keterbatasan waktu bekerja plus memang ngga pandai kalo urusan milih kain. Kain yang sudah dipilih, biasanya tugasku mengantar ke tukang jahit yang tidak jarang bhumi dan istriku ikut boncengan motor dengan kain bertumpuk didepan. Pelan-pelan asal selamat kami mengendarai motor dari rumah kontrakan sehabis pulang kerja dan sekembalinya makan tahu telor atau tahu campur di TEBET pasti jadi modus istriku yang lagi demen masakan Warung OJO LALI.

Beruntung juga, kantor sekarang ternyata di lantai dasar ada JNE Yang jadi andalan bagi pelaku jualan online untuk kurir logistiknya jadi bisa nitip kalo memang harus diantar pagi atau siang. Namun biasanya sih dianternya juga deketan dari kontrakan rumah ada JNE yang buka sampe malam. Enakan disana sih karena bisa dapat motivasi ngelihat seller lainya pada ngirim karung-karungan ke customer dan MYWINOLA baru memulai 1-2 Paket kiriman.


Saya pengen banget jadi pedagang yang punya product sendiri, jadi sambil belajar di jualan jilbab istriku ada baiknya memang memulai untuk nyobain semua model promosi digital baik yang FREE atau BERBAYAR. Saya ingat kata Daddy Prima Wahyudi tentang mulai berjualan, Cara Mulai Jualan adalah Jualan. Doain ya dagangan istriku bisa berkembang menjadi lebih besar dan bermanfaat bagi banyak orang.

 

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *