MENU

by • October 10, 2011 • UncategorizedComments (1)204

Kamang , Kampunganya Diriku

Perjalanan tour de sumbar dimulai di hari jumat selepas pulang kantor dan entah kenapa ya kok mesti ke sumbar? sebenernya ada perasaan lelah pengen berisitirahat seperti sabtu dan minggu-minggu sebelumnya dimana kamar menjadi tempat paling aman dari semua hawa luar .

Jam sebelas malam kami serombongan ber-enambelas bergerak dari pekanbaru menuju sumatra barat , dan sama sekali tidak terbayang apa yang akan aku nikmati selama perjalanan yang sudah disuarakan kira-kira 6 jam perjalanan darat . Masih terngiang bagaimana bus trans sumatra mengkelak-kelokkan aku dari pekanbaru ke medan dengan indahnya , semacam paranoid iya mengingat jalan yang berkelok-kelok dan hanya melihat kebun sawit terhampar…

Perjalanan ini ternyata , ASIKKK BANGET!!!! dan baru aku akui , sumatra itu bagus dan entah kenapa dengan sumatra serasa kembali ke dunia kecil yang dulu aku banyak habiskan bermain dengan alam dan kesederhanaanya, Untuk perjalanan , sepertinya akan menarik jika harus aku ceritakan tersendiri karena seorang ibu tua dipagi hari yang dingin telah bersiap dengan uniformnya untuk memastikan hama pengganggu tanaman padinya tidak berlama-lama hinggap mencari makan.

kamang , sebuah kampung kecil 15 menit dari jam gadang bukit tinggi , dengan nuansa dingin nya bukit tinggi entah kenapa di pagi hari desa itu aku langsung jatuh cinta akan alamnya. Kadang aku berpikir selebay itukah aku melihat alam yang memang hampir susah kutemui di belantara jakarta sebelumnya termasuk dikampung halaman yang sudah banyak hal-hal digital mewarnainya.

Penduduknya bertani adalah seperti jiwa bagi mereka , dengan topi caping serta kerbau yang masih setia menemani membajak sawah. indah sekali bukan kehidupan beliau dimasa tuanya..karena saya yakin kebebasan yang beliau rasakan adalah kebebasan yang sangat terdefinisikan oleh beliau.

Hamparan yang ada di foto jangan lah tertipu , itu hanya sawah dan tanah lapang yang ada dibalik rumah tempat aku menginap .. bayangkan dibelakang rumah pun sudah bisa menikmati kehidupan pagi dan tenang dan tak perlu mencari hingar bingar karena dengan yakin kuingin ada dikampung kamang dengan hanya diam merasakan energi dari alam INDONESIA INDAH , bahwa kesenangan dan kebahagiaan itu ada disekitar kita ketika kita berusaha jujur siapa diri kita.

Bukit dan kabut yang cerah , berjalan di pematang sawah melihat hama keong meninggalkan jejak telurnya dan sekali lagi terpuaskan setelah semalam mendengar bunyi jangkrik dan katak , ketika pagi bisa melihat kerbau yang malas berangkat membajak…

KamangĀ  , Bukit tinggi oktober 2011 with all 16 friends

happy wheels

Related Posts

One Response to Kamang , Kampunganya Diriku

  1. athiex82 says:

    sayang sekali saya tidak diajak ya masbro…susah memang menemukan hamparan sawah di bumi riau ini, ada juga nggak seberapa banyaknya…kangen dengan suasana kampung, udara pagi yg dingin dan segar, ditemani secangkir kopi panas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *