MENU

by • September 15, 2015 • OpiniComments (0)213

Kami ingin Menyentuhmu, #MelawanAsap

Melihat kegaduhan yang terjadi di linimasa #MelawanAsap dan teriakan histeris, panik dan tentunya jeritan orang-orang yang sudah tak bisa lagi berdamai dengan level pencemaran udara serta oksigen yang tersisa pergerakan pun dimulai kembali setelah tahun 2013 berhasil memaksa presiden turun mengambil alih tongkat komando.

Hal serupa sudah digaungkan dari sejak kabut asap mulai menggelayuti kota pekanbaru, tapi ya social media punya kekuatan apa sih selain dibilang tukang nyinyir pakai hastag yang dibilang keramat, #MelawanAsap. Kondisi asap juga semakin memburuk meskipun Pekanbaru tempat KTP saya sekarang dari hari ke hari mencapai puncaknya diatas 1000 PSI kemarin 14 September 2015.

Dua Minggu sebelumnya saya sempat ke Jakarta dan bertemu dengan kawan-kawan yang kebetulan agak akrab dengan dunia media dan waktu itu sih saya pergi ke jakarta dengan kondisi kabut pekat dan berhasil terbang. Mereka ngecek facebook saya dan mengkonfirmasi “apakah separah itu disana?” kenapa kok ngga ada yang ngangkat mas?

Sebuah hal yang menurut saya memang keji dari sisi publikasi informasi sengaja ditutupi dan ya saya tidak tahu apa yang menjadi motivasi. Sampai akhirnya saya mencoba menjelaskan dan mulailah para wartawan juga mencium ketidakberesan atas tragedi kabut asap ini. Suara di Social media pun tak ubahnya suara yang bergemuruh tapi kembali memunculkan pertanyaan.

berisikPresiden Terpilih Bapak Jokowi setahu saya waktu itu didukung oleh netizen sebagai pemilih yang bisa mengejar ketertinggalan suara sampai akhirnya beliau terpilih. Dekat dengan dunia kreatifitas dan social media meskipun waktu itu ngasih statemen sih kalo beliau ngga punya SOCMED. Sempet ada kegaduhan sedikit beliau diam karena menguntungkan pas masa kampanye.

Kinerja para menteri juga beliau nilai dari media dan social media juga kalo tidak salah ingat ada artikel yang menyatakan itu (ga usah dihapus bos, inget gue). Dan dengan akun twitter terverifikasi ( @jokowi ) pada saat terjadinya Tweetmob beliau terakhir update sekitar 12 Jam yang lalu (waktu kemarin). Dan suara tweetmob hanya dijawab 1 Tweet Saja.

Saya lihat ada yang aneh kok dan kemudian opini digiring kepada Pak SBY yang menjadi pahlawan kepagian atau kesiangan karena merespon teriakan rakyat yang juga ngemob beliau. Saya ngga ngerti Politik apalagi Nyoblos kemarin juga engga, golput kepaksa karena KTP jawa tinggal di pekanbaru. Saya memantau pergerakan di hastag #MelawanAsap dan sepertinya justru yang “Pro” pemerinta agak aneh tweet atau update statusnya.

Terlepas dari apapun kondisi politik negeri ini, Pak Jokowi semoga beliau tahu bahwa teriakan #MelawanAsap bukanlah suara oposisi pak. Karena Oposisi lebih senang membuat tulisan Crane Jatuh di Makkah karena kedatangan bapak dan Tuhan marah. Kami hanya ingin menyuarakan saja, kasih tahu admin twitter dan social media bapak (jika bapak menggunakan) bahwa mention yang masuk itu bukan spam atau pengen nawarin masker lewat Instagram apalagi Jual Beli Follower.

Saat suara itu ditujukan ke Njenengan artinya ada yang perlu diperhatikan tidak didiamkan. Semoga bapak kembali tidak dijauhkan dari rakyat yang memilih dan menagih janji apa yang pernah disampaikan. Jikalau ada kesibukan lain yang tidak bisa ditinggal lebih penting dari menenangkan Rakyat di Daerah Terdampak Asap, Kirimkanlah menteri atau bangunkan kepala Pemerintah di daerah agar mereka mendengar dan mengikuti instruksimu.

Karena dirimu adalah Panglima Tertinggi yang memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Notes :
– Pantau saja hastag #MelawanAsap, Laporan itu bisa jadi citizen report kalo ada yang mengirimkan report ABS kepada dirimu Pak Presiden. KAMI TIDAK DIAM – KAMI #MelawanAsap

Luangkan waktumu 3 Menit Melihat ini :

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *