MENU

by • August 22, 2016 • catatan Perjalan, CommunityComments (0)717

Kenduri Musik 2016 – Silaturahmi Bunyi

Dalam rangkaian memperingati hari HUT Propinsi Riau dan Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-71, Pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengadakan acara bertajuk KENDURI MUSIK 2016 – Silaturahmi Bunyi di Laman Bujang Mat Syam – Bandar Serai Pekanbaru.

Sempat mampir sore hari untuk ikutan ngelihat kawan-kawan Riau Rhythm Cek Sound yang sungguh sore menyengat matahari dan malam sebelumnya pada waktu pemasangan panggung, turun juga kabut asap di kawasan MTQ yang cukup menyengat. Setelah selesai cek sound dan jelang maghrib, awan hitam menggulung di langit MTQ tak selang kemudian hujan deras membuat alat-alat dan panggung yang begitu megah harus berubah baju terpal.

Hujan cukup deras dan pembukaan yang dijadwalkan dibuka pukul 20:00 WIB pun harus tertunda karena jam tersebut hujan masih sedikit menggoda yang membuat para Crew Sound System Ak Fatah P’Sound antara iya dan tidak untuk membuka tutup terpal.
Sekitar mendekati pukul 22:00 akhirnya acara dimulai dengan pidato pembukaan serta dilanjutkan Riau Rhythm Chambers menggebrak 4 karya dari Album Suvarnadvipa. Jika ada yang bilang penampilan kurang maksimal secara sound, bisa kita maklumkan karena mengingat setting pasti berubah baik alat dan juga electrical setelah hujan, tapi tanpa mengurangi kualitas permainan hal tersebut perlu diapresiasi sampai dengan Komedi Putar pun melanjutkan daftar list performers setelah riau rhythm.

Kenduri musik 2016 ini akan diisi oleh lebih dari 20an Group Musik dari berbagai jenis genre semuanya akan berkumpul dan saling bersilaturahmi dalam bunyi. Dihelat tanggal 18 – 20 Agustus 2016, musisi dari Medan – Padang Panjang bahkan Sampai Malaysia pun turut hadir menjadi peserta dalam silaturahmi bunyi yang merupakan ajang silaturahmi akbar saling bertemu ngobrol, ngopi, ngomongin karya plus biasa bercanda ala mereka.

 – James Project – The Legend – Dingga project – Neo MINANGAPENTAGONG Contemporary – Djangat – Ujung Sirih – Brevin Tarigan & DeTradisi – Geliga – The Great Blues – Sabi – Blacan Aromatich – Balai Musik Contempo – Jazza ProJX – Troya – Keroncong Pesona RIAU – KPJ pekanbaru

Hari kedua tanggal 19 Agustus 2016 pun berjalan dengan sangat lancar dan terang benderang bulan yang menyinari ditemani bintang yang menambah dingin angin semilir di MTQ. Teh serai, teh tarik, kopi dan aneka minuman menjadi teman yang pas dipadu dengan asap rokok menjadi pemimpin kenikmatan menikmati Kenduri Musik malam itu. Perhatian saya malam itu tertuju ke Brevin Tarigan & De Tradisi yang memainkan karya ethnic sesaat kental dengan kostum sumatra utara namun secara langgam penyanyi membunyikan cengkok Sunda. Hanya sebatas itu saja saya hanyut menikmati mereka bermain sampai akhirnya kegilaan malam kedua kemudian ditutup oleh Seorang Gitaris yang tak asing dan lama saya tidak ketemu beliau, Mas Iwan Abbey Road. Tampil dengan genk Blues plus beliau nyanyi dunk semakin menyemarakkan malam kedua. Jam Session beberapa tembang rolling stones dan i feel good menjadi penutup malam kedua. Crowd malam itu masih banyak bertahan dan terlihat para geng musisi yang sudah berkumpul menemukan kelompoknya.

Sampai akhirnya di hari sabtu tanggal 20 Agustus 2016 sebagai malam puncak acara KENDURI MUSIK 2016, saya hadir agak sore karena pengen ikutan acara Sarasehan dan diskusi musik oleh Erie Setiawan ART MUSIC TODAY di Lobi Anjung Seni Idrus Tintin. Pengen menjadi pendengar yang baik namun rupanya kawan-kawan panitia ada kesulitan ketika harus menampilkan isi laptop ke Projector, naluri sebagai orang support langsung otomatis merangsek dan ceklak ceklek sejurus kemudian abrakadabra tampilan muncul ( Nafas Panjang Panitia terdengar).  Di depan lobi sedang berlangsung Cek Sound untuk pengisi Nanti malam, cukup mengganggu mengingat volume tersebut tidak sesuaikan dan sepertinya sih ada misskoordinasi dalam hal ini, kayaknya bunyi sarasehan sama cek sound belum silaturahmi jadinya agak lain pula perangainya. Oiya, ditodong juga untuk buka acara sarasehan sebagai MC yang menyerahkan acara ke moderator dan bacain sedikit biografi pembicara, untuk udah biasa beginian di kelas Akademi Berbagi Pekanbaru. Makalah yang ditulis sama mas erie setiawan ini menarik lho, intisarinya memang mencakup banget dari kegelisahan para pelaku dunia kreatif, namun yang saya garis bawahi adalah ” Kita dan kreatifitas sudah Besar, Bangsa ini sudah besar tinggal kita lanjutkan”. Saya sempat nanya sedikit tentang fenomena “KAMTIS” yang digawangi oleh Erick Endank Soekamti, Sebuah fenomena kejeniusan dalam meramu karya dan marketing menjadi sebuah paket-paket loyalitas untuk menghidup mereka dan lingkarannya. Dan saya pun sempet ngobrol sama Ikhsan Gubuk Jazz, menarik banget kalo bisa difasilitasi ndatengin ERICK – Endank Soekamti ke Pekanbaru untuk ngasih workshop packaging musik dan industri kreatif. Kenapa Erick? Bagi saya dia itu pemain musik, pentolan Band, trus yang mikir trus yang ngurusi juga alias dia ini pelaku bukan barang jualan yang dijualin sama orang lain. SEMOGA Bakal Ada, dan masuk kalender Ekonomi Kreatif Propinsi Tahun Depan *Ngarep*

IMG_7035

Kenduri MusikDan kemudian sore itu selesai plus ngambilin Honor Riau Rhythm ke panitia dan tugas selanjutnya adalah mencari amplop. Teringat Bhumi dan istri dirumah yang sedang kurang sehat akhirnya pulang saja dulu dan alhasil lampu mati dunk disana dengan bhumi udah pake singlet aja diluar tiduran di stroller. Waktunya kita muter-muter pekanbaru cari makan dan mampir ke Kenduri Musik Malam Terakhir.

Malam Terakhir saya bawa Istri dan Bhumi yang masih akan 6 Bulan umurnya. Seneng banget lihat crwd malam itu yang pada lesehan duduk dilantai menikmati para penampil malam itu. Tempat duduk di Bual-bual dan warung sebelah pun tidak ada lagi, sungguh penuh crowd malam itu. Sayangnya saya harus kembali pukul 23:00 karena memang kondisi istri dan anak yang tidak mungkin juga ikutan begadang malam itu. Dan perkiraan saya bakal sampai pagi acara ini karena ada TROYA yang sedang hits plus KPJ Pekanbaru dengan Penampilan Spesial bang Dandun yang akan membawakan tembang IWAN FALS.

Setelah 20 Tahun, acara Kenduri Musik akhirnya terselenggara kembali. Saya banyak melihat para penggiat seni di Pekanbaru pada ngumpul dan seperti reuni akbar, senang sekali melihat pemandangan tersebut. Untuk penyelenggaraan secara keseluruhan, sebagai standar sebuah pagelaran pasti ada plus minus apalagi harus mengakomodir sekian puluh group dengan settinga sound dan panggung berbeda pasti ada kekurangan dan sangat Improvable kalo bahasa saya.

Itu tadi sedikit tulisan dari kacamata penikmat acara KENDURI MUSIK 2016.

Salam Tanpa Kata

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *