MENU

by • May 6, 2016 • catatan PerjalanComments (1)572

Mancing di Desa Wisata Buluh Cina

Tulisan kali ini gue mau cerita tentang pengalaman pertama gue mancing minggu kemarin tanggal 30 April 2016. Kenapa gue bilang pengalaman pertama, karena seinget gue seumur hidup gue cuma pernah mancing sebanyak 2 kali dan yang bener-bener mancing ya kali ini.  How Terrible and sucks of My Life right?

Anyway, kali ini gue diajakin sama Genk Anak2Kamp ( mereka menyebutnya begitu), temen nongkrong dikantor lintas generasi dan profesi yang tergabung dalam satu kerangkeng perusahaan yang sama di rumbai. Menjadi newbie alias orang yang sam sekali tidak tahu ilmu mancing memancing, jadiin gue orang yang pasrah untuk sekedar ikutan dan terbayang gue bisa makan ditengah sungai sama masak kopi atau popmie setidaknya.

Pasukan pun sudah mulai bersiap dengan email bersliweran selama seminggu sebelum kita mancing, karena sang senior ingin memastikan para rombongan wisata mancing ini menikmati pengalaman pertamanya mancing diatas POMPONG di Buluh Cina.

Adapun yang kita siapin antara lain :

  • Joran Pancing ( 6-7 Biji )
  • Umpan ( jangkirk, cacing tanah, laron)
  • Beras, Telur, Popmie dan Minyak Goreng ( buat masak nasi dan goreng ikan hasil pancingan)
  • Bumbu, Minuman dan Coolbox yang isinya ( Fanta, coca cola, nescafe, dll)
  • Coolbox dengan oksigen ( untuk simpan ikan yang pengen dipelihara)
  • Hand Sanitizer, Kain lap, handuk, sun block cream, topi
  • Biaya Sewa Pompong Kalo menurut Info Beberapa Pemancing, bervariasi
    • Ada yang Rp.250Ribu, Rp. 350Ribu ( udah termasuk popmie ama kopi sepuasnya), dan banyak versi lainya.
    • Oiya, untuk POMPONG tersebut sudah dilengkapi kompor, panci dan Wajan penggorengan oleh nahkoda

Buluh_CinaItulah persiapan wisata kami dan tentunya setelah semua dipastikan telah siap, istirahat yang cukup untuk selanjutnya agar segar bugar pas waktu mancing. Berkumpul di Belokan arah labersa hotel pukul 05:00 WIB, saat adzan kumandang adalah hal tersyahdu yang pernah dilakukan karena hal tersebut hanya terjadi karena mancing, kalo hari kerja mah jangan harap bangun sebelum subuh. Thats What an Epic of Life Story due, enjoy and just laugh.

Dua rombongan mobil pun akhirnya beriringan menuju desa wisata buluh cina, yang kalo ditempuh dari kota pekanbaru tidak sampai 1 jam perjalanan. Karena sudah berkumandang adzan subuh, kamipun singgah di sebuah masjid dijalan raya lintas sebelum masuk ke Desa Buluh cina, untuk menunaikan dua rakaat berjamaah ( Masyaallah Kami Anak Sholeh).

sekitar 10 menit dari masjid, tibalah kami di rumah pak Ujang ( Nahkoda Pompong sekaligus tour guide ) yang mengetahui betul seluk-beluk pemancingan di buluh cina. Disambut dengan ramah dan gerobak untuk mengangkut barang-barang kami, akhirnya tidak berlama-lama kamipun ke dermaga tempat pompong bersandar ( jalan kaki cuma 5 menit kok).

Pagi itu, terasa sangat menyenangkan bagi gue, karena gue berhasil mewujudkan apa yang selama ini males banget gue pengen bahas ( dunia pemancingan) karena bagi gue, mancing itu kok ya menjemukan dan tentunya ngabisin waktu ga jelas.

Tapi apakah kemudian saya mengamini atau Reveal apa yang menjadi pemahamanku tentang Mancing? Gue akan teruskan di tulisan selanjutnya pas Gue dan rombongan sudah naik ke Pompong.

Nih Gambaran Dikit Desa Buluh Cina, Sungai tempat kami mancing :

To Be Continued

happy wheels

Related Posts

One Response to Mancing di Desa Wisata Buluh Cina

  1. niame says:

    blh minta no popong ya???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *