MENU

by • March 18, 2014 • catatan PerjalanComments (0)223

Masker Seribuan untuk Bertahan

Selamat Pagi Kawan , eh kengkawan atau wak biasa kupanggil ya…

Bagi saya sudah hampir satu bulan ini pekanbaru selalu pagi dan tidak punya siang ataupun sore bahkan malam pun terasa sebagai subuh, karena kita semua sudah tahu kalo kabut asap sedang intim bercinta dengan bumi lancang kuning.

IMG_1389Kami menjadi susah mengenali satu sama lain bukan karena tidak lagi perduli atau adat melayu sudah luntur tapi kami sedang memaksa ego kami memakai masker sehingga separuh wajah kami tertutupi dan orang lain segan menyapa karena takut salah sapa.

Pun juga ketika kami lebih senang dengan yang membagikan masker hijau dipinggir jalan atau kita harus membeli masker bersablon iron man atau upin ipin, kami hanya perlu merogoh 1000 rupiah atau 5000 untuk yang bersablon dan kami menganggap kami telah selamat oleh asap yang terus memaksa kami telanjang dengan paru-paru.

Sekarang muncul himbauan dan ajakan bahwa masker kami yang hanya seribu dan 5 ribu itu salah pakai untuk kondisi asap riau dan harusnya menggunakan tipe N95 dengan segala penjelasan detailnya.

Saya tersenyum dan menjawab sambil menurunkanmasker seribuan kami ” kami hanya berharap seribu rupiah ini dilihat sebagai usaha kami tetap bertahan di kota kami tercinta dengan cerita kabut asapnya”

iSupport ‪#‎melawanasap‬ ‪#‎PrayForRiau‬ ‪#‎SaveRiau‬
Written By : Rendra Kurniawan untuk #melawanasap – PIC : IG – Rahardianugroho

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *