MENU

by • October 6, 2015 • OpiniComments (0)180

Melawan Kenaifan Melawan Asap

Gue tinggal di Pekanbaru, Riau Indonesia. Perlu dipertegas tentang negara meskipun gue yakin yang baca tahu kalo ini bahasa Indonesia (Secara emang yang pakai Loe Gue) cuma di Indonesia. Pekanbaru, menjadi kota paling berisik berteriak #MelawanAsap di social media. Bahkan untuk Trending Topic di Kota Pekanbaru, ngga ada yang bisa nggeser termasuk issue apapun deh yang di Indonesia atau Dunia sedang jadi pemberitaan (Trending Topic Indonesia atau Trending Topic Dunia”.

Jangan Naif Kawan Negara memang berprinsip Bhinneka Tunggal Ika, menghormati perbedaan dan mengedepankan persatuan. Negara juga memelihara rakyatnya berfraksi alias berkubu baik secara politis ataupun simbolis. Fenomena pro Jokowi dan Haters menjadi sebuah isu besar yang ingin ditampik bahwa hal itu telah tertinggal di Lapangan Bola setelah laga final pemilu kemarin ( kalo anda semua tahu sih yang tawuran setelah 2×45 Menit adalah supporter dan sampai mendarah daging anak cucu, Itulah Supporter mengamini Pilihanya)

Berita sekarang ini kalo dipelajari menjadi sumber kenaifan para perusuh sesungguhnya yang memberikan opini sana sini tanpa tahu eksekusi terhadap solusi ini basi ataukah inovasi. Tulisan berita tentang kabut asap yang ditulis para editor senior dan wartawan senior sekalipun bakal runtuh saat ada video yang direkam oleh warga melaporkan kondisi mereka sekarang.

Pemerintah Pusat punya perangkat daerah yang menjadi perpanjangan tangan, kalo tangan itu ga bisa membantu alias membusuk amputasi saja! Ganti perpanjangan tanganmu. Semoga Pemerintah Pusat melihat ini sebagai uluran perpanjangan tangan para korban kabut asap karena kecintaanya kepada Republik Ini Siapapun Presiden ngga Ngurus. Percayalah kalo rakyatmu sedang memberi tahu bahwa perpanjangan tanganmu harus diamputasi, Gunakan Tanganmu Langsung atau Ganti Perpanjangan Tanganmu.

Pekanbaru akan menjadi yang paling berisik dan akan selalu begitu karena memang menjadi penduduk di kota yang setiap hari dalam 2 – 3 bulan terakhir tidak bisa bebas dari kabut asap adalah hal yang menjengkelkan, Wajar kalau sampai ada kemarahan disana.

Tapi itulah uniknya teriakan #MelawanAsap di Pekanbaru ini, untuk mereka yang memang punya pemikiran berbeda menilai bahwa teriakan berisiknya warga pekanbaru adalah sebuah teriakan tanpa bisa berbuat. Come On, Kami masih punya negara dan perangkatnya kok karena itulah kami mengingatkan mereka. berbagai cara dilakukan baik Nyata , Maya mungkin sampai dengan yang astral. Secara memang tanah sumatra juga punya cerita kental untuk yang berbau astral, tapi percayalah semua teriakan #MelawanAsap #RevolusiLangitBiru adalah suara sekaligus jeritan bahwa kami ingin Langit Biru kembali lagi

Jika Manusia tidak sanggup memadamkan dengan rekayasa keilmuanya, Dengan Senang Hati kami selalu menyandarkan kepada Tuhan dengan Hujan nya akan memberi penyelesaian atar kebakaran hutan dan asap yang timbul.

Jangan asal bakar lahan dan hutan kami lagi ya bro, sis. Tuhan Maha Jeli kok dalam memberi solusi atas akibat yang ditimbulkan oleh manusia itu sendiri.

The Hardest Part of ‪#‎HitamPutihPeduli‬ ‪#‎MelawanAsap‬. Kawan-kawan yang menyaksikan tayangan ini kemarin tidak mampu berkata lagi dan menangis termasuk gue.

Yuk tengok tayangan Fitri Mengatakan ” Yang Ditakuti adalah Tidak Dapat Bernafas Lagi, Apakah Anda Butuh Korban Untuk ini Menjadi Sebuah Beban?”

 

https://www.youtube.com/watch?v=FaQv9ox6HG0

Menangis karena bisa merasakan kesedihan dan ketakutannya. Anak-anak Kita, Adek-Adek Kita Bersuara dengan Jernih dari Isak Tangisnya.

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *