MENU

by • June 30, 2015 • catatan PerjalanComments (0)196

Menemukan Keintiman tentang Tuhan

Semoga bukan karena bulan ramadhan sehingga energi yang terhimpun dalam semesta sekeliling kita menjadi religius alias dekat dengan kebaikan. Seharusnya setiap saat dunia ini harusnya dipenuhi dengan kebaikan dan kasih sayang.

wayangBanyak sekali yang mempunyai pendapat tentang Ramadhan serta berbagai amalan dan pahala yang sedang diobral oleh Sang pencipta Alam Semesta. Akupun juga setuju dengan hal itu, secara hal tersebut memang sudah disebutkan didalam firman yang diturunkanya. Ini tidak sedang membahas atau menyadur apa yang telah diFirmankan atau dalam hadits tapi sebuah shocking moment yang sempat aku temui.

Selama ini berbicara tentang hubungan ketuhanan adalah suatu kondisi yang tercipta begitu syahdu komunikasi langsung frekuensi hamba kepada sang penciptanya. Tapi aku menjadi berpikir bahwa Tuhan mengajarkan kita kedewasaan dari semenjak kita diwajibkan untuk menjalankan perintahnya(Aqil baligh).

Saat kita berwudhu atau bersuci, pernahkah kita merasa bahwa ngapain juga mesti ngikuti langkah-langkahnya? yang penting basah dan orang juga udah ngira kita wudhu meskipun sholatnya bener. Sedari awal sebelum kita menghadap Tuhan, Kita sudah diminta dengan sadar untuk jujur terhadap diri kita sendiri tentang bagaimana bersuci sebelum menghadapNYA.

Dan Wudlu itu tidak ada ajaran berjamaahnya bukan? Karena Tuhan ingin dijumpai oleh hambanya Langsung tanpa perwakilan

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *