MENU

by • December 29, 2015 • OpiniComments (1)344

Menunggu Langit Mendengar Suvarnadvipa

Coba bertanya pada manusia tak ada jawabnya, Aku bertanya pada langit tua, Langit tak mendengar.

Sepenggal lirik dari NOAH Band yang berjudul “Langit Tak Mendengar” tetiba menjadi sebuah penggerak saya menulis tentang acara “Ruang Dengar” yang dihelat oleh Riau Rhythm Chambers Indonesia pada hari minggu kemarin, 27 Desember 2015 di Sapu Lidi Art Space Center.

IMG_5025Tempat pementasan yang menurutku sangat representatif dalam hal bentuk dekorasi, surprise bisa menemukan seperti ini di kota pekanbaru. Dengan penambahan ornamen dan pernak-pernik riau rhythm,  bayangan saya langsung terbawa ke vidoe unplugged Live Jason Mrazz di Organic’s Avocado Ranch yang beberapa waktu lalu sering aku lihat di youtube.  Ah, mungkin kalo Riau Rhythm Membuat Video mereka model seperti itu dengan venue ini pasti keren!!.

Kembali kepada lirik Noah dan Pagelaran ruang dengar minggu malam kemarin, sebuah hasil karya panjang penantian mereka, Album Suvarnadvipa – The Journey of Musical Harmony seperti tak terdengar oleh manusia dan langit sekalipun. Aristofani Fahmi, sang pemain flute menuturkan di sela-sela repertoire yang dimainkan tentang pilihan bermusik Riau Rhythm yang ternyata memilih jalur musik World Music, Ethnocontempe.

Ini adalah Jalur musik yang sunyi, tidak komersial alias bahasa jawa yang diajarkan dosen saya dulu ” Ngga DOLABLE” alias bukan musik industri yang ramah di telinga penikmat musik dan kantong para produser. Jalur musik sunyi yang bisa merepresentasikan sunyi dalam arti sesungguhnya, bahkan mereka pun kompak tertawa ketika dibilang seniman miskin alias ga gableg duit orang jawa bilang.

Itulah realita dari sebuah panggung yang mereka selalu persiapkan dengan kemegahan karya, komposisi, kostum, sound dan pencahayaan. Dibalik sebutan seniman yang masih mikir besok makan apa atau mungkin lebih kasar juga orang berbicara ” Ngomong Panggung Dunia tapi Dompet Masih level RT” adalah kenyataan yang bagi saya menangkap atas apa yang mereka sampaikan di ruang dengar tadi malam.

IMG_5056Jalur Sunyi yang manusia saja tidak mendengar apalagi langit, sedangkan karya yang dibawa adalah tentang Suvarnadvipa,Kejayaan Sumatra pada masa lalu yang tertuang dalam proses panjang observasi dan meditasi sampai akhirnya tersaji ke dalam bentuk CD. Pemikiran kita tentang keberhasilan sebuah group musik adalah kemapanan dan berapa banyak CD terjual dan di download di digital store. BETUL sekali, itulah parameter sebuah sisi lain karya yang harus diindustrikan secara penjualan hasil karya, bukan seniman yang diperlakukan seperti industri.

Hari minggu itu saya membeli CD Riau Rhythm, Suvarnadvipa dan takjub melihat kemasan yang merupakan hasil karya dari kawan-kawan di pekanbaru, setelah sebelumnya kabar gembiranya saya dikenalkan sama Pak Cen (Cellist Riau Rhythm ) dengan Irawan, pengrajin gitar / cajon asli pekanbaru. Karena dengan perkenalan itu akhirnya saya punya kontak untuk ngebenerin Gitar yang sedang “sakit”. Kembali ke cerita CD, hari senin kemarin di Gerai Toko Ayam Goreng saya membeli CD karena dapat paketan, memilih CD Band. Apa yang terjadi? kecewa membeli karena kemasan CD Band tersebut sangat asal-asalan dan ngga kaget juga akhirnya band tersebut bubar dan ganti vokalis.

Malam itu di Ruang Dengar, seperti sedang mendengar mereka berbicara lantang tentang apa yang telah dilakukan mereka selama ini bertahan di jalan sunyi musik tradisi. Mereka mencintai apa yang menjadi keyakinanya dan terus berjalan dengan apapun jalan yang dilalui dari konsekuensi beriteraksi dan berdiskusi yang tak jarang terkadang harus memilih untuk berbeda faksi.

Saya merekam apresiasi dan dukungan dari orang-orang terdekat dan generasi muda yang hadir, dan juga para senior yang kemudian harus mengakui bahwa Riau Rhythm telah menempuh jalan panjang dalam penciptaan karya ini.

Apa yang kurang dari Riau Rhythm Chambers Indonesia?

Apa yang membuat penjualan CD dan Album digital mereka belum terdengar kabarnya?

Apa yang membuat mereka seperti ter-engah-engah menyiapkan panggung mereka?

Apa yang bisa membuat mereka melaju kencang?

Dan Terakhir, Apa yang bisa kita support untuk mereka yang telah memilih jalan sunyi bermain dan menjaga budaya melalui musik tradisi? Sampaikan kepada mereka langsung atau media sosial, mereka ada disana dan siap mendengarkan dan memberi Ruang Dengar.

happy wheels

Related Posts

One Response to Menunggu Langit Mendengar Suvarnadvipa

  1. VIPQIUQIU99.COM AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA

    Kami VIPQIUQIU99 AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA mengadakan SEO Kontes atau Kontes SEO yang akan di mulai pada tanggal 20 Januari 2017 – 20 Mei 2017, dengan Total Hadiah Rp. 35.000.000,- Ikuti dan Daftarkan diri Anda untuk memenangkan dan ikut menguji kemampuan SEO Anda. Siapkan website terbaik Anda untuk mengikuti kontes ini. Buktikan bahwa Anda adalah Ahli SEO disini. Saat yang tepat untuk mengetest kemampuan SEOAnda dengan tidak sia-sia, hadiah kontes ini adalah Rp 35.000.000,-

    Tunggu apa lagi?
    Kontes SEO ini akan menggunaka kata kunci (Keyword) VIPQIUQIU99.COM AGEN JUDI DOMINO ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA Jika Anda cukup percaya akan kemampuan SEO Anda, silahkan daftarkan web terbaik Anda SEKARANG JUGA! Dan menangkan hadiah pertama Rp. 10.000.000. Keputusan untuk Pemenang Akan di tentukan dengan aturan kontes SEO yang dapat dilihat di halaman ini.

    Tunggu apa lagi? Ikuti kontes ini sekarang juga!

    CONTACT US
    – Phone : 85570931456
    – PIN BB : 2B48B175
    – SKYPE : VIPQIUQIU99
    – FACEBOOK: VIPQIUQIU99

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *