MENU

by • July 18, 2016 • catatan PerjalanComments (2)457

Mudik Dengan Bayi #MudikBHUMI

Lebaran tahun lalu, bhumi ( anak laki-laki kami) masih dalam kandungan dan tahun ini pas lebaran sudah menginjak umur 4,5 bulan. Lebaran tahun ini berubah rencana untuk kepulangan mudik karena adanya perubahan kontrak kerja yang sebenarnya berakhir per-tanggal 16 Juni 2016 karena satu dan lain hal kemudian diperpanjang sampai oktober 2016. Jadilah, perubahan rencana yang awalnya mudik tahun ini ke Singkarak sekalian pamitan dan setelah langsung pindah ke Jakarta harus berubah, kami memutuskan untuk mudik ke Mojokerto tahun ini.

Istriku sangat excited banget dengan permudikan bareng BHUMI termasuk deg-degan dan was-was tentunya semoga Bhumi nanti tidak rewel terutama pada waktu take off dan Landing. Sebelumnya sudah banyak sekali artikel yang kami baca di Google namun rata-rata sih sebatas pada himbauan dan kebanyakan juga agak mirip wordingnya, mungkin copy paste yang agak kurang sip. Jadi begini,kami akan share pengalaman kami mudik part-One.

  1. Rute Mudik : Pekanbaru – Surabaya
  2. Jenis Transportasi : Pesawat Terbang ( Citilink – Direct Flight PKU – SUB ), Waktu tempuh 2 Jam 15 Menit.
  3. Jumlah Penumpang : 2 Dewasa+ 1 Infant
  4. Pembelian tiket : Menggunakan Aplikasi Traveloka Manfaatkan Discount Rp.150.000,-. Baca syarat ketentuan berlaku dulu agar maksimal pake kuponya. Kami memesan dengan dua account berbeda agar masing-masing dapat diskon Rp.150.000,-. Selalu bandingkan 2 apps ticketing untuk mendapatkan keuntungan maksimal, ga usah fanatik yang penting lebih murah, SIKAT!.
  5. Jumlah Barang Bawaan
    • Satu Koper Besar untuk semua pakaian ( 2 Dewasa dan 1 Bayi) masuk bagasi
    • Satu kardus oleh-oleh masuk bagasi
    • 1 tas jinjing wanita isi ( Makeup, popok, satu setel pakain ganti, peralatan ganti bayi, tisu, tisu basah, kain lap).
    • Tas punggung ( karena saya mesti nenteng laptop buat gawe sewaktu-waktu isinya selain laptop ya, charger dan barang yang tidak ramah bagasi.Kemarin sih diisi satu toples rendang karena takut tumpah).
    • Tas Kecil untuk naruh ( rokok, korek, jam tangan,HP, powerbank dan dompet).
    • Gendongan Ergonomic untuk memudahkan saat jalan-jalan mengingat bandara di indonesia masih suka naik turun bos, ga ada yang flat.
  6. Pakaian kami casual sih, kaos, plus jaket dan celana pendek sama sepatu aja.
  7. Administrasi  :
    • Pastikan kita membawa KTP dan Kartu Keluarga berjaga-jaga ditanya untuk bayi kita. Pada waktu saya kemarin sih tidak ditanya tentang Kartu Keluarga. Hanya ditanya umur bayi, dan karena diatas 3 bulan jadinya tidak ditanya juga KK plus Surat keterangan dokter.
    • Biasakan Print Out Tiket, karena jika mengandalkan e-ticket bisa berbahaya banget kalo Hape ketinggalan atau hilang ditengah jalan, bisa gagal total lho mudiknya.
    • Saya dan istri ke dokter 2 hari sebelum keberangkatan, selain karena kebetulan jadwal imunisasi sekalian juga saya konsultasi menjelaskan akan membawa bhumi pulang kampung naik pesawat. Dokter langsung cemberut dan bilang ” Tidak bisa ditunda pak? lebih baik setelah enam bulan baru diajak pergi jarak jauh apalagi naik pesawat”. Dan saya pun menjelaskan dengan jujur kalo ini untuk obat kangen kakeknya di jawa, akhirnya dokter pun memberi surat jalan dan pesan ” tolong jauhkan dari keramaian karena potensi kaget dan tertularnya penyakit”. Baik ya dokternya? Di Klinik Budhi Mulya pekanbaru bu dokter kecenya.
  8. Pastikan kita bawa makan dan minuman yang ringan agak mengenyangkan jika berada di pesawat yang tidak memberikan service makan dan minum. Kejadianya sih pas buka puasa, kirain udah landing dan ketika ada delay dikit jadilah berbuka diatas pesawat dan minuman tak ada, plus makanan ringan juga ndak ada. Saat buka puasa, semua orang pada beli minum dan pramugari kewalahan.
  9. Untuk Bayi, Bhumi kita sudah siapkan kapas dan juga karet pelindung telinga untuk berenang. Bisa didapatkan di baby shop, lumayan membantu sih jadi bayi tidak terlalu terganggu bising dan juga insyaallah aman selama take off dan landing. Selain pastikan memang menyusui baik langsung ataupun dengan dot ( saya pun nutupin telinga bhumi pake tangan). Dan Bhumi sih emang tidurnya pules ga ketulungan, secara sengaja kami ulur waktu tidur sorenya agar pas di pesawat tidur pulas ( berhasil).
  10. Saat checkin pastikan minta ke petugas untuk window Seat ya, plus row yang nyaman ( kanan atau kiri) untuk menyusui.

Alhamdulillah kami take off dan landing dengan lancar plus tentunya bhumi nyaman selama di pesawat. Sebisa mungkin tentengan memang tidak terlalu banyak sehingga kita bisa fokus dengan baby kita saat perjalanan, bukan dengan barang bawaan. Dan tips lainya, buang stigma kalo bagasi itu ribet, pastikan kita packing dengan baik untuk keamanan barang bagasi kita.

Semoga Kalian yang bakal dan atau yang sudah pernah punya pengalaman bisa saling menambahkan biar para keluarga muda kedepan bisa lebih well prepared and enjoy the trip.

happy wheels

Related Posts

2 Responses to Mudik Dengan Bayi #MudikBHUMI

  1. bolehlaah di catet bbrp tips mudiknya ini..
    manatau mudik 2 thn lagi tulisan ini bermanfaat #eh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *