MENU

by • January 20, 2016 • catatan Perjalan, OpiniComments (0)323

Musik itu menurutku begini

Terkadang memang aku lebih memilih menikmati musik dalam aransemen sunyi dan harmonis. Mendengar dan memainkanya dengan gitar, piano, ambience dan echo delay vokal string terkadang membuat hati kita bisa berbicara dengan nada serta tentunya meresapi bait lirik yang kita nyanyikan.

Aku tidak pandai maen gitar, aku hanya tahu chord yang biasa dipakai para pemain gitar pemula. AKu pemalas untuk sekedar belajar meletakkan jari pada titiknya seperti pada buku panduan chord.

Aku menikmati bermain musik dalam komposisi band entah akustik ataupun full band dengan lebih banyak menggunakan telinga untuk mengikuti alunan melodis dan menahan diri untuk memulai saat bagian vokalis dan rhythm gitar mengisi.

Aku salut dan respect kepada para composer yang mampu meramu dinamika semua unsur tersebut kedalam sebuah karya musik. Para musisi ngobrol dengan instrumen masing-masing mengikuti alur hati sang composer mengarahkan arah jiwa karya yang dimainkan. Karena kita pada dasarnya ingin menikmati apa yang kita dengar dan mainkan bukan? terlalu indah untuk dilewati dengan memaksakan sound kita terdengar paling keras ataupun skill kita muncul paling menonjol dalam panggung tersebut.

Ah Sudahlah, gerimis dan hujan besar sudah reda. akupun memainkan playlist band yang sedang mengcover ulang lagu-lagu iwan fals. Iya, aku sedang jatuh cinta dengan karya-karya cover yang “Serius”. “Serius” disini aku artikan sebagai mereka sedang memberikan rasa baru dengan interpretasi atas karya yang bisa jadi merupakan karya legend. Mengcover lagu itu susah-susah gampang, karena kita bisa membuatnya sangat ribet dalam segi notasi chord atau bahkan kita mensederhanakan kerumitan itu kedalam beberapa instrumen saja.

MusikPuji Tuhan dan bersyukur kepada para sound engineer yang memang mempunyai telinga super tajam, mampu mengkomunikasikan energi yang ingin disampaikan musisi terhadap hasil mixingnya. Bisa jadi kita akan terlupakan oleh lagu aslinya karena memang hati kita lebih menerima jenis aransemen yang baru dari karya COVERING tersebut.

Beberapa mungkin sampai dengan tingkat kemarahan karena lagu mereka dicover dengan sembarangan dan tanpa ada ruh didalamnya, tapi kembali lagi patut kita pertanyakan kepada mereka. Bertanya tentang apa yang mereka rasakan atas interpretasi karya tersebut.

Sering kita terkagum ketika sebuah lagu lama yang lama kita dengar dulu dengan aransemen baru yang sederhana di sebuah cafe kecil. Karena bermusik menurutku adalah tentang apresiasi dan meresapi apa yang sedang ditawarkan oleh mereka. Bukankah kita terkadang suka atas sebuah karya musik setelah mendengar berkali-kali dan berulang-ulang?

Begitupun dengan itu semua, akupun tidak tahu kenapa bisa sakau kalo lama nggak maen gitar. meskipun pada saat maen gitar ngga tau mau maen lagu apa?!! Ngaku deh pasti pada sering begitukan?

Selamat Sore dari tanah basah rumbai selepas hujan, Dapat salam dari lagu-lagu NOAH BRO!

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *