MENU

by • August 19, 2016 • catatan Perjalan, CommunityComments (6)828

#NgobrolinPekanbaru Eps.1 : Napak Tilas Perjalanan

Sebelum mulai nulis #NgobrolinPekanbaru, Ngucapin dulu deh Tahniah Propinsi Riau Ke-59 dan Dirgahayu Republik Indonesia Ke-71. Ngobrolin tentang pekanbaru, ini sudah tahun ke-5 lho saya bekerja di kota ini, banyak banget cerita yang sudah tergabung dalam sebuah puzzle besar hidup saya lima tahun terakhir. Dan Gambar diatas bukan kalian sedang berada di negara mana atau sekedar ilustrasi, tapi itu adalah simpang ladang minyak yang ada di Minas.

Kenalin, Saya Rendra Kurniawan lahir dan besar di Mojokerto, Jawa Timur yang masih fasih bahasa jawa timuran tamboh stek baso minang atau cakap melayu pun campur aduk dengan loe gue karena asimilasi pekerjaan yang mengharuskan setiap sekian waktu saya harus berpindah kota dan mengenal lagi kehidupan baru.

Pekanbaru ini unik banget kalo diingat dalam perjalan hidup saya, karena di posting saya sebelum-sebelumnya dulu curhatan saya tentang kota ini sangatlah “menyakitkan dan memilukan” saat tahun 2009 saya bermukim di rumah petak daerah PANAM. Mengenal pekanbaru tahun 2009 dulu adalah tentang PECAL, Nasi Ramas dan Jus. Sebagai orang jawa yang memang jarang makan nasi padang, bisa ditebak dunk kalo warteg adalah referensi makanan lengkap berikut nasi punel yang akan kita lahap. Hal tersebut tidak saya temui waktu itu, saya hanya mengenal Lontong Pecal, Nasi Ramas dan Nasi Goreng yang beda cara masak dengan di jawa.

Hidup saya di Panam tahun 2009 sepertinya hanya habis membandingkan apa yang ada di jawa dan disini kenapa seperti jurang banget. Dulu sih memang kendaraan pun tidak ada, naik angkot dan bis ke Jl.Sudirman untuk sekedar menyantap Sayur Asem di Ayam Bakar Wong Solo ( Sekarang udah ga ada tempat legendaris itu). Kampus UIN Suska adalah sebuah memori tersendiri dengan alat laboratorium yang terpasang lengkap di Fakultas Sains Dan Teknologi itu hasil karya seorang engineer dulu

Pengen Tahu saya tahun 2009 seperti apa? duh jadi obok-obok facebook dan nemu sedikit dokumentasi bukti saya pernah disini beneran deh ga bohong plus bukti “SAYA DULU KURUS DAN GANTENG”.

Ngobrolin Pekanbaru di Tahun 2009 untuk pendatang seperti saya yang waktu itu masih bolak-balik kalo ditotal ya ada kali setahun plus dengan dinamika mati lampu dulu lebih rapi terjadwal matinya, dan gimana stresnya dunk di waktu itu Panam tidaklah seperti sekarang ramainya.

Tahun 2011 Bulan Juni Saya akhirnya datang kembali ke pekanbaru dengan segenap memori buruk yang ada dan sempat trauma Nasi Ramas, memang bener juga sih kalo orang sini bilang ” Kalo sudah minum Air sungai siak, pasti balik lagi kesini deh”. Nah itu pula yang tergiang-ngian karena waktu tahun 2009 gambar sebelah kiri itu adalah perjalanan kami ke Istana Siak dan saya memang minum air sungai siak karena air habis plus haus berat pas ambil wudhu kok segera airnya diminum aja ( nah mulai deh dihubung-hubungin, SKIP itu bumbu tulisan aja).

Saat saya datang dan bekerja di Pekanbaru, disitu pula saya baru tahu ada perusahaan minyak besar disini, dan rupanya saya kerja sebagai kontraktor di Perusahaan Minyak Gede itu. Duh, ya begitulah saya masih dengan sangat polos kalo urusan kerjaan mah berangkat dulu,Nyali nomer satu dan selanjutnya seperti apa urusan belakang. 5 Tahun saya di Jakarta dan harus meninggalkan ibukota untuk pindah ke Pekanbaru memulai semua dari nol, setelah dalam perjalanan memang sempat masuk kuadrat negatif juga ( namanya juga Laif, Curhat coretan).

Tidak ingin mengulang kehampaan di suatu kota apalagi pekanbaru bisa dibilang sih memang tidak ada kenalan, lewat sesepuh Supporter Arema Senayan saya diminta untuk menemui Kawan-kawan Aremania Pekanbaru yang akan menjadi saudaramu nanti disana. Dan memang benar saja, begitu sudah sampai di kota ini pun kesunyian dimulai sampai dengan akhirnya terkoneksi dengan Aremania Pekanbaru adalah menjadi awal saya membuka gerbang pergaulan di pekanbaru. Perjalanan saya disini tidak bisa dipisahin sama yang namanya Atiek, Kawan satu angkatan di Kampus beda jurusan tapi satu tujuan, Aktifis Kampus ( bingung kan?). Pergaulan memang terbuka dengan sendirinya setelah itu, meskipun selama 5 tahun disini baru sekali saja ikutan Nonton Langsung Arema pas masih ada PSPS, main di Taluk Kuantan.

Ngobrolin pekanbaru jadi seperti napak tilas begini ya alur nulis saya gan? jadi kepaksa banget bukain satu-satu arsip kehidupan di facebook yang rapi tersimpan. Karena banyak hal yang sepertinya kota ini tenang dan bingung mau ngapain tapi ternyata pengalamanku dari cerita awal ini kelihatan banget bahwa komunitas sudah menjadi bagian dari pilar yang akan menjadi katalisator para pendatang di kota ini. Saya ingin merangkum perjalanan saya dari awal sampai sekarang ini bisa punya teman banyak plus berkegiatan positif dan volunteering lho di pekanbaru.

Kelompok Supporter Aremania Pekanbaru adalah feels like home touch yang sering saya rindukan saat saya terjebak rutinitas pekerjaan yang mewajibkan saya standby 24 Jam On-Call basis. Dan ternyata banyak kawan-kawan perantauan seperti saya yang akhirnya juga menemukan komunitas plus feels like home melalui komunitas supporter dan Sehobby,banyak banget di pekanbaru kok jangan kuatir untuk feels lonely atau katrok kuper ga tahu mesti ngapain dan dimana seperti saya di tahun 2009 dulu ( masih ga terima dulu cupu).

Sepertinya bakalan disambung lagi deh untuk tulisan Ngobrolin Pekanbaru, karena jam kantor tinggal 10 menit lagi dan mesti bersiap untuk meluncur ke Komplek MTQ hari ini tanggal 18 – 20 Agustus 2016 ada KENDURI MUSIK 2016, Nah ini juga nanti bakal jadi salah satu tulisan yang bakal enak ditulis Ngobrolin Pekanbaru.

Eh, #NgobrolinPekanbaru ini hajatnya dua teman yang udah kayak adik sendiri – Muthea dan Lianda yang lagi bikin kolaborasi tulisan #NgobrolinPekanbaru Setiap Jumat bakal Tampil di Blog Mereka Lho! Kreatif banget mereka berdua makanya saya sih nylonong aja ikutan nulis, secara saya setuju banget sama temanya. Caiyo!!

Notes: Tulisan yang juga sudah tayang #NgobrolinPekanbaru silahkan cek disini :

 

happy wheels

Related Posts

6 Responses to #NgobrolinPekanbaru Eps.1 : Napak Tilas Perjalanan

  1. merida.merry says:

    Iya mas,,aku jg seneng banget sama ide kreatif mrk berdua 🙂
    Salam kenal ya,, kall aku kebalikan nih,, thn 2009 aku justru ninggalin pekanbaru setelah 9thn berpetualang disana 🙂

  2. Lianda Marta says:

    Muda dan kurus ya masss jaman dulu kala hahaha. Eh berarti waktu kerja di oil and gas company ini udah kunjungan kedua kalinya ke Pekanbaru ya? Ku kira itu baru pertama kali. 😀

  3. nia nastiti says:

    Jadi ikut napak tilas pas 2011 mulai tinggal di Padang. Sama Mas, aku juga banding2in Jawa dan Padang melulu. Ngeluh mulu. Pekanbaru jadi pelarianku soale ada XXI. haha jauh banget deh mau nonton film doang. Ternyata kalau pertama merantau itu penyakitnya banding2in ya. Sekarang udah ga gitu lagi deh kalau mulai pindah tugas ke tempat baru lagi 🙂

    • rendra says:

      Dan hanya perantau saja yang akan mengalami fenomena tersebut. Sampai akhirnya kita secara tidak sadar belajar tentang Nusantara. btw Orang Padang Jauh2 ke Pekan untuk nonton di XXI, tapi orang pekan jauh2 ke padang untuk makan di MC’D.

      Laif banget yaaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *