MENU

by • August 26, 2016 • Community, OpiniComments (0)337

#NgobrolinPekanbaru Eps.2 : Tempat Nongkrong Kuliner

Ketemu lagi hari jumat nih, tanggal 26 Agustus 2016 yang merupakan tanggal dinanti oleh penerima gaji seperti saya ini, Yup jam 06:00 tadi sudah bunyi SMS Banking  yang dilanjutkan dengan rutinitas untuk langsung transfer sana-sini dan alhamdulillah belum dalam rangka bayar sana-sini tapi kewajiban setiap bulan.

Oke hari jumat saatnya Ngobrolin Pekanbaru dan masuk episode 2, kalo nyari tema sih mending ngerangkum aja kali ya apa yang pernah saya tulis di Peninta tentang Tempat Nongkrong di Pekanbaru yang sudah saya kunjungi dan kebetulan di dokumentasikan lewat tulisan. Mudah-mudahan nanti yang belum sempat saya tulis, nyolek untuk ngingetin saya kesana lagi dan ambil dokumentasi sama ngasih experience baru :

Warung Suroboyo adalah warung keempat yang saya temui di pekanbaru setelah Warung Nganjuk ( belakang plaza Citra), Pondok Arek Suroboyo ( Jl. Nangka Ujung), Rawon Jalan Bhakti. Masing-masing mempunyai keunggulan dalam hal menu yang mereka hidangkan ala khas jawa timur.

Untuk Warung Suroboyo, Jl.Pembangunan ( Masuk dari Jl. Nangka , sekitar 100 Meter sebelah kiri) adalah warung yang sesuai dengan lidahku untuk 3 Makanan wajib Khas Jawa timur ( Rujak Cingur – Rawon -Soto), dari sisi sambel juga menggunakan sambel cabe merah dan petis serta tingkat pedes dan campuran matengan rujak cingur rasanya sama dengan rasa dikampung dunk.

Dengan segelas besar banget Es Teh Manis yang dipesan, bisa memenuhi perut lapar kita dan tentunya lapar selera kerinduan masakan jawa timur.

Ngomongin duren di Pekanbaru menjadi pengalaman tersendiri bagi saya dan istri yang sangat maniak bersama keluarga kalau belum satu karung makan bersama, mereka tidak akan berhenti. Saya orang jawa, memandang durian adalah buah yang mahal dan hanya orang berduit bisa menikmatinya. Tapi semenjak hampir 5 tahun saya di Pekanbaru, Stigma Tersebut runtuh dengan sendirinya.

Sop Duren, adalah salah satu bentuk olahan dari durian yang banyak sekali ragam model kemasan dan selera yang ditawarkan, meskipun pengalaman saya selama ini selalu sedikit rasa jengkel saat saya harus lebih banyak memakan es batu kristal atau serut daripada menikmati DURIAN dalam sajian Sop Duren yang disajikan. Mas Yudhis dan Mbak Ayu, adalah kolega yang selama ini rumahnya sering saya dan teman-teman di Group Band iseng-iseng ramaikan karena memang doyan musik tiba-tiba memberi kejutan kepada kami di bulan November – Desember 2015, kalau mereka membuka satu tempat usaha namanya SOP Duren-Duren.

SOP DUREN-DUREN bertempat di Jl. rajawali, sebelum polsek Sukajadi sebelah kiri tepatnya jika kita dari arah melur menuju Jl.Balam. Bertempat di Ruko 3 Lantai, lantai dasar sebagai venue utama mereka menyajikan ANEKA SOP DUREN, Menurutku sih konsep yang mereka tawarkan memang memberikan penawaran yang Berbeda. Terlepas dari saya memang kenal dengan mereka, namun hospitality mereka as a personal terasa terbawa dalam cara mereka melayani dan menyajikan SOP DUREN di Sop Duren-Duren. Kelas Akberpekanbaru beberapa kali diadain disini dan termasuk tempat yang Community and Volunteering Friendly.

Tempat ini dulunya ada di Markas Riau Beraksi, dimana penggiat Seni Teater pekanbaru Om Willy dan rekan-rekan berkreasi. Obrolan singkat waktu itu, kenapa akhirnya lantai 1 Ruko 3 lantai itu menjadi Kedai Kopi tak lain adalah sesederhana banyaknya kawan-kawan dan kolega serta rekan bisnis para seniman dan penggiat seni serta berbagai kalangan saat mampir ke kantor riau beraksi tidak lagi bingung memesan kopi dan camilan ringan. Dan tentunya, kesederhanaan konsep itu jangan dianggap ringan.

Saya pernah beberapa kali mampir kesana dan bereksperimen terhadap dengan siapa saya menghabiskan minuman favorit saya ( Teh Serai). Dengan kawan-kawan riau rhythm ngobrolin karya mereka dan juga mencoba jam session ringan plus terakhir saya melakukan wawancara kerja calon karyawan juga disana. Everything is running well and enjoyed.

Sekarang, Bual Bual Kedai Kopi berpindah tempat ke tempat yang saya bilang, strategis banget dan memang seharusnya disitu berada. Di Kawasan Parkir Anjung Seni Idrus Tintin, begitu masuk langsung lihat sebelah kiri dibawah tower ada bangunan unik santai yang masih terus dipermak. So far sih lebih enak ketika kita kesana pas mendekati maghrib Senja atau malam hari karena panas terik pekanbaru belum santai menampar kita disana.

Ochado – Cemilan Jepun di Pekanbaru

OCHADO Pekanbaru kami menyebutnya, namun nama lengkap brand tempat nongkrong ini adalah OCHADO & SNOW FLAKE Pekanbaru. Bertempat di Jl. Teuku Umar No.41, gini deh ancer-acernya ( karena saya tahu penyakit ngapalin alamat dan nama jalan), Masuk dari Gang Mall Pekanbaru lurus saja sampai turunan, perhatikan sebelah kiri Jalan ada Plang Besarnya.

Menjelang siang kami datang dan rupanya OCCHADO buka dari jam 11:00 AM – 11:00 PM sudah siap menerima tamu. Teman-temanku mendapatkan sapaan hangat karena rupanya dia dan keluarga beserta kawan-kawan jadi tamu tetap yang rajin tiap malam kesana untuk sekedar maen kartu dan hahahihi. Parkiran tidak begitu luas untuk mobil, paling maksimal 3 Mobil akan langsung penuh parkiranya. Tapi tenang, Jl.Teuku Umar selalu punya tukang parkir handal yang akan mengarahkan dimana space kosong untuk parkir kendaraan anda.

Ochado

Dari Ber-tujuh, empat orang adalah perokok dan 3 orang lagi engga ( Para istri kawan-kawan), kesan pertama adalah tempat ini NO-SMOKING Place, kalau mau ngrokok sambil nongkrong tidak dapat diakomodir. Tapi saya dan ketiga teman menikmati saja aturan itu, ketika kami ingin merokok maka kami keluar dan kemudian masuk kembali. Hal tersebut adalah sebuah mindset yang harus kita mulai tanamkan dengan hormati konsep yang ditawarkan oleh pemilik restoran/cafe khusus untuk perokok. Dan perokok yang profesional pasti mau ikutin aturan kok (Kok jadi ngomong ini ya?).

Nah itu tadi episode kedua #NgobrolinPekanbaru, Dan tempat-tempat ini semuanya juga sudah saya jelajahi bareng istri, biar ngerti kemana aja sih tongkrongan suami kalo keluar rumah. Untuk yang pengen dibuatin tulisanya atau ngingetin saya yang sudah sering berkunjung tapi lupa nulis kabarin seperti yang saya sampein diatas. Karena masih banyak kok yang sudah kita kunjungi namun lupa nulisnya, Bisa jadi update untuk Episode berikutnya.

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *