MENU

by • September 2, 2016 • catatan PerjalanComments (2)529

#NgobrolinPekanbaru Eps.3 : Tempat Nongkrong Kuliner (2)

Ketemu lagi di hari jumat nih tanggal 09 September 2016, dan masuk ke Tulisan ketiga untuk episode #NgobrolinPekanbaru:

Masih ngelanjutin episode minggu kemarin karena ada yang pengen ditambahin, urusan kuliner dan makanan alias perut itu pasti menjadi suatu tujuan atau bahkan alasan untuk dapat betah dan adaptasi di suatu kota, termasuk pekanbaru. Eksplorasi makanan di Pekanbaru memang tidak terlepas oleh sajian ala masakan padang ( bahasa gampangnya) meskipun ada kuliner khas melayu yang saya sendiri bingung nyebutnya ( masakan melayu aja deh biar gampang).

  • Makan Coto Makassar Di Pekanbaru

IMG_5330Coto Makassar, sedap sekali bukan citarasanya. Untuk yang sudah pernah mencobanya dan jatuh cinta pasti ketagihan deh, termasuk saya yang akhirnya berhasil mengajak istri saya ketagihan juga.

Di Pekanbaru, ada aneka masakan Makassar dan setahu saya hanya satu Rumah Makan ” Daeng Gassing” yang menawarkan menu aneka masakan khas makassar. Mudah ditemui tempatnya karena Mencolok sekali Papan Namanya tepat di bawah Flyover Harapan Raya. Jika kita dari Arah Sudirman Ujung, jangan naik flyover tapi ambil jalur bawah perempatan lampu merah lurus tidak jauh sebelah kiri kita bisa temui. Jika dari Arah Bandara, ketika menemui flyover pertama putar balik dibawahnya dan langsung ambil kiri. Ada banyak kuliner makassar bisa dicoba disana, meskipun di pekanbaru toh tidak ada salahnya eksplore rasa kuliner makassar. Citarasa terjaga karena bumbu khas memang didatangkan dari tempat aslinya.

  • Masakan Padang atau Melayu?

Sepertinya untuk pendatang kayak saya mah urusan bentuk makanan yang seperti gambar dibawa itu pasti lebih mudah menyebutnya sebagai nasi padang, sedangkan di padang aja ga ada restoran padang ( jokes standard ala nasi padang). Nasi Putih, Bumbu, Cabe Giling , sayur rebusan menjadi item mandatory yang hadir dalam ramuan nasi yang kita pesan.

Nasi Ramas adalah istilah yang mungkin hampir sama dengan Rames, yaitu model penyajian dalam satu piring. Hal ini memang mahfum untuk diminta karena secara default untuk pemesanan akan disajikan dengan penghidangan seperti gambar sebelah kanan atas.

Pemesanan hidang beda lagi, tingkatanya lebih diatas dari Default, alias kita tidak usah bingung memilih menu karena seluruh menu akan tersajikan di meja kita dan tinggal pilih saja. Kalo default, kita memilih lauk dan kuah serta pendampingnya akan disajikan terpisah. Istilah untuk tingkatan Rumah makan ada juga lho, Ampera nih bisa dibilang tingkat bawah untuk restoran namun untuk rasa dan harga juga lebih murah ( meskipun ada juga sih yang bilang ampera tapi mahal). Keduanya adalah Rumah Makan atau Restoran yang lebih kompleks dan ada menu andalanya juga.

Cincang Kambing, setahuku sih menjadi menu yang most wanted banget kalo urusan menu lauk di pekanbaru dan juga ada yang hari-hari tertentu saja menu tersebut dimunculkan.Dijamin nagih deh, Cincang Kambing Kota Buana menurutku sih juara banget secara kambing bisa wangi karena kekuatan rempah kan jago bener plus porsinya memuaskan, worth itu banget. Oiya, untuk pendatang kalo ditanya ” Apa Sambalnya?” jangan keliru sama “Sambel ya?” karena SAMBAL = LAUK, Nah untuk SAMBEL Nyebutnya “LADO”, COntoh : Lauk Bebek sambel Ijo nyebutnya ” Sambal Bebek, Lado Ijo”.

  • Nah udah ga bingung lagi kan untuk pilihan makanan di Pekanbaru? Pekanbaru udah berkembang menjadi kota yang multi ras dan ethnis yang siap juga mempunyai menu penawaran kuliner yang berselera NUSANTARA.

happy wheels

Related Posts

2 Responses to #NgobrolinPekanbaru Eps.3 : Tempat Nongkrong Kuliner (2)

  1. aanwidhiatma says:

    Kayaknya cincang kambingnya mantap tuh…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *