MENU

by • December 12, 2019 • catatan PerjalanComments (0)383

Penghujung Tahun dan Kunto Aji

Kunto Aji, Jebolan Indonesian Idol Tahun 2008. Setidaknya itu informasi yang aku dapatkan dari googling untuk mengingat ingatan pertama aku tahu dia bernyanyi. Sebelas tahun lalu dan aku  pernah berjumpa denganya di terminal keberangkatan soekarno hatta. Setelan rapi, funky dan murah senyum itu yang  kutangkap saat melihatnya melintas di depanku. Kok ga nyapa dan kenalan gitu? Seumur hidupku memberanikan untuk menyapa dan salaman dengan artis itu kalo ga salah dengan Roy Jeconiah Boomerang pas di Bandara Juanda.

Album Mantra-Mantra ini kurang lebih ada di suggestion spotifyku gara-gara ndegerin lagunya di radio. Radio adalah medium paling baik untuk penikmat musik daripada aplikasi yang akan menjejali kalian dengan Artificial Intelligence yang ga mashokk untuk penikmat karya.

Tak cari di spotify dan kemudian aku dengerin lebih sering baik pas nyetir mobil ataupun lagi motoran nguber lan ndoleki rejeki. Dan kemudian lagu-lagunya muncul sebagai sebuah media healing bagi para penikmatnya. Kemudian pun mencoba mencari lebih dalam cerita di balik karya albm Mantra-Mantra. Sebuah video Pilu Membiru Experience menjadi bagian pencarianku di youtube 13 November 2019.

Lagu ini sudah setahun yang lalu dan kemudian muncul kembali dengan kekuatan dan keberanian orang-orang yang selama ini terwakili oleh lagu ini. Tentang memaafkan dan menyerahkan semua kepada alam semesta adalah sebuah pengalaman yang pernah saya sendiri akhirnya belajar untuk menerima. Waktu itu dan sampai dengan sekarang saya pun selalu melakukan proses tersebut. Proses memaafkan apa yang telah saya lakukan dan salahkan, mengembalikan semua ke semesta yang akan menemukan kita dengan “obat”.

Meditasi, itu yang diajarkan padaku waktu itu. Sebuah metode yang awalnya otak eksakta tidak akan mau menerima bahwa berdiam itu akan memberikan efek terhadap dirimu sendiri. Semua dijelaskan begitu runtut tentang korelasi ilmu fisikan dan perpindahan tubuh yang terdiri dari elektron ini. Masa depan, masa lalu dan masa sekarang adalah sebuah proses ilmiah bergeraknya elektron tubuh ini. Sampai pada titik, Konsep DeJaVU akhirnya menghentikanku untuk membantah. DeJaVu adalah jawaban tentang bagaimana manusia bergerak dari masa lalu, sekarang dan masa depan.

Proses memaafkan kesalahan tidak bisa dalam satu atau dua kali tapi akan selalu berulang karena kita memang butuh waktu dan kejujuran untuk mengakui kesalahan tersebut sebelum benar-benar memaafkan dan “Membuangnya” ke semesta. Penghujung tahun yang kunto aji banget mengingatkanku untuk kembali melakukan tata ulang atas dada yang terkadang sesak dengan tanpa alasan.

Nikmati aja hidup, kalimat yang sederhana tapi kadang sulit untuk dipresentasikan. Mendengarkan lagu adalah salah satu cara untuk mencoba memanggil ingatan. Pilu Membiru adalah lagu yang coba aku mainkan dengan gitar kesayangan namun “gagal” setelah beberapa kali dimainkan dan sampai pada satu waktu  kemudian kuputuskan bahwa lagu ini untuk dinikmati saja dengan suasana serta headphone. Lagu ini sudah memanggil ingatan-ingatan yang belum terselesaikan dan kemudian tanpa sadar aku meminta untuk “diselesaikan”. Semesta pun bekerja dengan sangat halus sampai aku pun tersadar sedang menuju penyelesaian ketika aku telah kembali ke 3 kota yang menjadi persinggahan sekaligus jejak saat-saat terberat kala itu. Pekanbaru, Semarang, Makassar.

Terima kasih Gusti yang menggerakkan semesta, Aku sudah berpamitan dengan mereka yang tidak terlihat.

 

Part yang indah sekali saat Najwa Shihab membacakan…

Mah, Terima kasih telah melahirkan aku
aku yang masih berjalan sendiri merespon bentuk bahagia
aku yang kini fasih memikul rasa sedih dan kecewa
aku yang terus menyamankan diri dari cara takdir membagikan ilmu ikhlasnya

 

 

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *