MENU

by • May 19, 2014 • FiksiComments (0)186

Puisi Pahit Ucap

Sudah lama aku tidak menuliskan puisi
Sibuk merangkai jejak dalam realiti
Dan menjadikan hari sebagai detik jauh ilusi
Untuk sekedar menjawab siapa jati diri

Banyak kebodohan oleh para pelakon negara ini
Yang berebut citra dan senyum palsu penghuni negeri
Meski aku bukanlah bagian dari sebuah dinasti
Namun aku berhak bersuara sebagai seorang diri

Tak tenggelam oleh masa lalu pahit
Pahit pada waktu itu namun manisnya juga legit
Untuk hidup hari ini adalah buah penahan sakit
Sakit masalalu untuk sebuah kata dalam jiwa berjudul bangkit

Selamat malam wahai rindu yang semakin lugas terucap
Selamat Pagi wahai pengharapan dan semangat yang ramah terucap
Selamat Siang wahai keringat dalam nafas detak yang terucap
Untuk sebuah langkap yang berawal dari kekuatan mimpi dan ucap

Aku..Kembali menulis untuk peninta dengan keintiman kata yang terdigitalkan ucap

–ARDNER–

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *