MENU

by • June 17, 2015 • catatan PerjalanComments (2)215

Ramadhan di Tahun Keempat

Masih di pekanbaru dan sudah menginjak tahun keempat berjalanya waktu menjadi pengawal kontrak diperusahaan ini. Terkadang waktu berjalan sangat cepat dan kemudian tersadar kita sudah berada jauh dari selisih detak jarum panjang dan pendek jam kehidupan.
IMG_1463[1]Seperti pagi ini yang terekam dalam kamera handphone disamping kantor pohon itu dulu rindang dan rupanya sekarang hanya tinggal pokoknya saja.

Meranggas dan dipotong namun masih kokoh berdiri bahkan melihatnya merelakan sebagai katalis atas anggrek yang tumbuh liar hijau indah dipandang sedangkan dirinya sendiri hanya tinggal ranting bisa menjadi perenungan jelang puasa ramadhan besok 18 Juni 2015.

Ramadhan kali ini akan berbeda karena sudah ada istri yang menemami tentunya, sudah banyak juga waktu yang kita habiskan dalam 3 bulan pernikahan yang tentunya banyak belajar dan belajar kembali tentang sebuah kebahagiaan dalam komitmen.

Rencana sudah tersusun rapi dengan adanya pernikahan dan juga rencana kita akan memulai babak baru selepas lebaran nanti kembali kejakarta dan membawa istriku mendampingi disana. Namun rupanya aku masih harus bersabar dan tentunya berdamai dengan kenyataan bahwa rencana yang telah tersusun oleh logika dan perkiraaan masih kalah dengan jalan Tuhan yang sama misteriusnya membawaku dulu kesini empat tahun silam. Membawaku kembali ke kota yang pernah aku menyebut tidak akan pernah kembali karena kisah yang pahit.

Tapi sudahlah, aku masih harus belajar..belajar untuk menata apa yang ada disini. Bekalku sepertinya belum cukup untuk kembali ke ibukota. Seorang kawan yang ada di ibukota pun memberiku semangat tentang kondisi dan keinginan yang sedang aku jalani, dia hanya mengingatkanku untuk ingat akan apa yang aku jalani sekarang. Bahwa menyelesaikan dengan baik-baik itu memang pekerjaan yang tidak mudah, akan selalu ada tempat untuk aku kembali lagi kesana dan mungkin usahaku belum maksimal.

Itulah ego yang berbicara dengan kenyataan serta keinginan. Menikmati setiap waktu yang dihabiskan disini dengan kawan-kawan akan menyenangkan. Keluarga baru dengan hadirnya sosok ibu yang sudah lama aku rindukan juga menjadi hal menyenangkan setiap berkunjung atau dikunjungi.

Terlalu egois memang kalo kita bicara dan menumpahkan semua dalam kekecewaan karena memang tidak ada kekecewaan disana. Yang ada adalah kebahagiaan dalam rasa baru yang kita harus mencoba untuk menjalaninya.

Karena Kami hanya tahu cara berbahagia, Karena Kami Memilihnya.

Selamat menunaikan ibadah puasa kawan-kawan semua, mohon maaf lahir batin untuk setiap huruf yang terangkai kalimat dalam blog ini menjadikanmu tidak bahagia dan terlebih laku yang menyentuh mungkin membuyarkan bahagiamu. Marhaban Yaa Ramadhan

happy wheels

Related Posts

2 Responses to Ramadhan di Tahun Keempat

  1. Yoppy says:

    Sungguh Indah … sungguh ber “isi” … semoga apa yang direncanakan dan sedang dibangun didukung oleh alam semesta … sehingga keyakinan dalam rencana bisa mawujud dalam kebahagiaan kenyataan …

    sampai dengan 4 tahun berada di Pekanbaru, baik disadari ataupun masih belum tersadari … bagaimanapun juga sekarang telah menjadi “kota” yang berharga dalam sejarah kehidupan mu brader … semoga tetap berkarya … jangan puas … dan selalu bermanfaat … Amin

    • admin says:

      Subhanallah,

      Si akang mampir kemari juga.
      Insyaalah tidak ada yang kebetulan dalam setiap langkah yang dijalankan manusia dimuka bumi.
      Insyallah amanah tetap amanah. Suwun selalu jadi penyemangat dan pengingat adik e iki.

      sampai jumpa di ibukota kang, salam rindu dari bhumi lancang kuning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *