MENU

by • April 23, 2015 • catatan Perjalan, OpiniComments (0)325

Reduksi sebuah Hegemoni

Siang ini cukup terik ditanah yang terkenal dengan lapisan atas dan bawahnya minyak. Berjuta-juta fosil dengan umur yang sangat tua menghuni lapisan bawah tanah dengan minyak buminya sedangkan air dibawah tanah masuk kedalam pohon sawit membuahkan buah minyak.

Perjalanan 4 tahun ini memang cukup menyenangkan dan berwarna sangat tentunya. Disini semua proses inkubasi dijalani dengan melihat berbagai hal yang menjadi dini diketahui untuk sebuah cerita yang akan berujung kepada impian masturbasi bernama Ambisi.

moneyCerita orang tua dulu tentang filosofi minyak memang terkesan sederhana dan bisnis mengeruk hasil alam akan dekat dengan suatu hawa panas dan perut bumi atau hasil pembakaran minyak itu sendiri. Mereka menghasilkan sesuatu untuk dibakar habis dan dikonversikan menjadi kehidupan-kehidupan kecil yang bergantung kepada keberadaan minyak dan gas sebagai penggerak utama roda kehidupan.

Sebuah Hegemoni tentang negeri yang berlimpah minyak, cerita lalu yang mengajak penghuni menganga takjub akan cerita kesuksesan masa lalu dan seakan hidup dimasa lalu yang penuh kejayaan adalah patokan baru sebuah kesuksesan hidup. Banyak berparameter dan berpetatah-petitih adalah hal yang mulai akrab sebagai bentuk lain dari argumentasi ataupun seharusnya diskusi. Tapi rupanya Diskusi dan Emosi adalah kombinasi yang banyak disukai.

Menciptakan Hegemoni oleh Hasil analisa Percaya Diri keilmuan tidaklah cukup untuk mereduksi dampak yang akan menjadi bagian tsunami kehidupan dalam lompatan berpikir. Bencana dan Kecelakaan berfikir perlu kita telaah untuk kemudian kita bisa lakukan semua secara harfiah berada di masa ini, Bekerja Untuk Keluarga.

Uang tidak bisa membeli kita, ungkapan yang penuh heroisme yang dipersarankan oleh orang tua kita. Namun semua sudah berevolusi karena memang uang tidak akan bisa membeli kita namun dia tahu dia bisa membeli orang yang mampu membeli kita tidak dengan uang.

Hidup ini Keras…Cukup Berbuat Salah dan Terus Perbaiki tapi Jangan Sampai Maling.

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *