MENU

by • March 19, 2014 • catatan Perjalan, OpiniComments (0)261

Selesai melawan asap, 4,7 hektar hutan? Next Move?

Anak Riau membuat gebrakan dengan meneriakkan lantang di social media tentang #melawanasap disaat tanggal 13 Maret kemaren Kondisi Asap yang  sudah dalam tahap sangat berbahaya berdasarkan indeks Pengukuran Udara. Seperti yang terlansir berita portal online dan gambar dari linimasa. Silahkan menyimak bagaimana kekuatan social media akhirnya menyentuh hati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan suara anak riau dengan momen surat kepada Pandji Pragiwaksono oleh Seorang Ainun Chomsun yang memang mempunyai kisah di tanah ini.

Kumpulan Link diatas bisa menjelaskan bagaimana hastag #melawanasap dengan bantuan 9000an kicauan social media berhasil menggedor bersama Pak Presiden Mengeluarkan Statemen akan memimpin langsung Penanggulangan Bencana Kabut Asap ini setelah sang Gubernur Anas Makmun terlebih dahulu menyerahkan kepada Tuhan akan bencana yang terjadi.

Presiden telah datang dan bantuan secara nasional pun dimobilisasi seperti yang diinfokan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia, sekitar 11 pesawat hercules pun mendarat di bandara sultan syarif kasim II diterjang meskipun  pesawat komersial menyatakan berhenti melayani pelanggan. Gebrakan dan kabar gembira kita terima dengan syukur saat kita cek kondisi titip api melalui situs BNPB pada tanggal 17 Maret 2014 sudah menunjukkan angka NOL , artinya titik api sudah lenyap dalam beberapa hari gebrakan ini di Bumi Riau dan Wilayah Sumatra.

vivacoidSebagai perbandingan informasi yang disampaikan oleh BNPB melalui akun twitternya 16/3/2014 yang dikutip “Satgas darat berhasil memadamkan 166 titik api ……..”
Salam Hormat  untuk tim gabungan penanggulangan Bencana Asap .
Namun ada kegusaran ketika peserta di Indonesia Lawyers Club  18/3/2014 TVONE, menyatakan pelaksanaan praktis dilapangan bahwa membakar adalah teknik bertani yang memang sudah digunakan sejak turun temurun dan sudah diperhitungkan dilakukan pada musim penghujan.

Namun karena perubahan iklim dan kurangnya knowledge akan perubahan cuaca maka hal itu yang menyebabkan kepulan asap yang merusak ekosistem baik binatang , botani dan juga paru-paru manusia menjadi ancaman serius bagi peradaban manusia. Dan diperkuat oleh pihak kepolisian dengan pasal-pasalnya bahwa sesungguhnya ada pasal saling bertentangan dimana pembukaan lahan dengan pembakaran diizinkan oleh undang-undang .

Seperti yang dikutip dalam artikel

republikakompasiana  “Perubahan luas hutan dalam satu dasawarsa terakhir jumlah hutan yang berkurang jauh lebih dominan dibandingkan dengan jumlah yang bertambah hampir terjadi di seluruh benua atau negara, tak terkecuali Indonesia. Dominan terjadi di Sumatera dan Kalimantan, dan mulai menjalar ke Sulawesi.

4,7 Juta Hektar dalam 3 dekade RIAU telah kehilangan hutannya, Sungguh angka yang mencengangkan!- Tribun , Bagaimana tindakan kita agar tidak ada pembakaran hutan lagi?!! Bisakah kita lebih mencintai lingkungan kita?

Ketika kita telah selesai melawan asap dan kembali menghirup udara segar , Nasib 4,7 Hektar hutan yang hilang?
What is the Next Move?

Link and Source :

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *