MENU

by • June 5, 2015 • OpiniComments (0)218

Sepakbola (Bukan) Drama Media

Masih tentang berita kisruh sepakbola nasional yang entah kenapa ngga gregetan cuma sesekali gemes pengen nyubit pipi mereka yang lagi main drama.
Btw kita pernah dunk lihat di lampu merah ada pemuda yang entah menurut kita masih mampu secara fisik kerja dan beraktifitas drpd ngemis. Kita kadang ketus atau menolak memberi dengan raut muka yang serius seraya ngingetin “Sik Enom Kok Ngemis, Kerjo kono opo kek”

pssiPara pemain sepakbola kita ini generasi sehat jasmani dan rohani yang menurutku masih punya seribu akal untuk mencoba mengalihkan energi besarnya ke aktfitas lainya dan udah ada yang memulai dan memberi contoh banting setir profesi lain sembari menunggu kepastian dan menjaga kebugaran.

Semoga media sedang tidak salah mengambil semangat para pelaku sepakbola yang sportif dan tak kenal menyerah sampai 2×45 Menit. Karena mereka bukanlah seperti pemuda yang ada dilampu merah mengemis kepada para penguasa negeri agar tetap cari makan dari bermain bola.

Para supporter untuk berangkat ke stadion melakukan apapun agar bisa memberi semangat mereka, tiket naik mereka ga peduli untuk sekedar melihat semangat juang mereka didalam lapangan meski tak jarang ada yang pulang tinggal nama demi menjaga kehormatan nama klub didada pemain.

Semoga bisa menjadi sisi lain melihat dan memanusiakan para pemain bola kita kalau mereka tidak seharusnya seperti opini media kehidupan mereka berakhir karena PSSI beku dan Mempora tak tahu arah berlalu.

Semoga kejadian ini akan diingat oleh Para pemain sepakbola bahwa mereka bukan superstar jadi jangan ada jarak apalagi pemilik klub agar tak juga arogan.

Kawanku namanya Mas Onggo pun mempunyai pendapat tambahan tentang ini

Karena lapangan pertandingan kehidupan tiap orang berbeda-beda, maka tiap orang punya tantangannya sendiri-sendiri. Jatuh bangunnya sendiri-sendiri. Oleh karena itu tiap orang wajib menciptakan exit nya masing2 ketika menghadapi persoalan di lapangan kehidupannya. 

Saya bayangkan ada pemain bola yang terdampak pembekuan PSSI berkata lain. Menyampaikan semangat lain, yang bisa menjadi inspirasi bagi pemain lain yang juga terdampak, sebagai refleksi dari semangat olahraganya. Itu akan jadi contoh hebat. Bukan saja pada pemain bola. Tapi juga pada mereka yang di bidang lain. Termasuk anak-anak penggemarnya.
Sebuah pilihan jalan lain yang sangat mungkin diambil, sebelum memilih mengeluh di depan jutaan penonton.
Saya khawatir. Karena kelurusan dan keluguannya, dia tak sadar menjadi batu loncatan kepentingan dari media yang membawanya, yang kita semua tau punya kepentingan di belakang ngototnya media ini mengangkat soal PSSI. –

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *