MENU

by • February 28, 2019 • Akademi Berbagi, catatan PerjalanComments (0)61

Social Media For Campaign

Social media adalah teman yang baik, jika kita mengenal bagaimana menggunakanya.

Akademi Berbagi memilih 20 relawan dari relawan akber kota untuk berkumpul di sebuah acara bertajuk Workshop Leadership dari tanggal 22 – 24 Februari 2019. Pembekalan untuk berkontribusi terhadap negeri ini dengan caranya. Saya surprise bercampur bahagia saat ada email masuk tentang terpilih dari salah satu kawan-kawan relawan. Menyiapkan cuti dan juga mengabarkan ke keluarga untuk menggunakan waktu akhir pekan kembali menuntut ilmu dan alhamdulillah dianterin sama anak istri, lumayan bisa ngobrol sambil chill in di mobil sampai di tujuan, Hotel Amaris La Codefin Kemang.

Sehabis sholat jum’at dan makan siang acara pun dibuka dengan materi pertama tentang Social Media Campaign. Mentor yang memberikan materi ini adalah Dian Adi Prasetyo, alias mas didut ( Cek Twitternya @didut / IG : @halodidut ) yang dulunya aktif di Akademi Berbagi Semarang dan sekarang salah satu pengurus Akademi Berbagi Foundation.

Membahas tentang penggunaan social media for campaign, ada 4 tahapan yang menjadi highlight pembahasan :

  1. Branding
    Membahas tentang Branding adalah dasar dari cara berpikir terhadap sebuah aksi yang akan dilakukan. Pendekatan lengkap dengan 5W+2H jika kita sudah familiar akan memudahkan. Baiklah, kita coba bahas lebih dalam apa yang ada dalam tahapan branding ini :
  • What : Ide kamu apa untuk campaign ini? apa idemu?

Saya biasanya menggunakan aplikasi MindMapping  jika perlu menguraikan kusutnya ide yang ada di kepala. Branding itu sendiri berbicara mengenai Kita ingin dikenal sebagai apa?”.  Wah, saya masih bingung ini mau memilih branding (persona) sebagai apa ya?

  • Teman?
  • Aktivis?
  • Profesional?

Ternyata di dunia social media kita memang harus memilih persona menjadi apa, dan baru tahu karena selama ini hanya menggunakan dan menggunakan social media pribadi/kegiatan/kantor ga kepikiran sampai kesini.

  • Who : Siapa targetnya? Siapa yang mempunyai campaign serupa? Ada atau tidak?
    Setelah kita menentukan pilihan apa persona kita, campaign ini perlu didefinisikan siapa sih pihak yang akan menyukai campaing yang kita buat?.

    • Siapa Mereka?
    • Mereka itu apa personanya?
    • Dimana mereka tinggal?
    • Apa yang mereka sukai?
    • HP yang mereka gunakan apa dan paling penting?
    • kapan mereka online mengakses social medianya?

Penentuan penggunaan jenis pisau bedah yang digunakan untuk membedah target ini akan  semakin baik jika kita dapat membedah sampai lebih detail. Saya jadi penasaran nih untuk praktek dari kisi ini.

  • How : Bagaimana mengkomunikasikan ide ini ke audience? Bagaimana “menjualnya’?

Memilih platform social media mana yang akan digunakan dalam campaign juga menjadi hal yang perlu kejelian untuk mengkomunikasi ide :

  • Apa yang audience ingin tahu?

Cara mengkomunikasikan ide kepada audience dapat melalui bentuk posting Quotes, Tips, Quis atau bentuk lainya.

  • Format seperti apa yang mereka sukai?

Bentuk materi campaign dapat kita tentukan statis berbentuk image, atau animasi GIF/ Video atau dalam bentuk tautan yang kita sediakan.

  • Mereka ada di social media mana nongkrongnya?

Sama seperti campaign offline, kita juga harus tau sasaran audience kita nongkrongnya dimana? Jangan sampai kita salah alamat jadinya tidak ketemu dengan target campaign itu sendiri. Pastikan kita memetakan tongkrongan mereka di FB, IG, BLOG, Twitter dan lain-lain.

  1. Content Plan

Bagian membuat content plan ini adalah bagian seru dari penuangan hasil persiapan kita sebelumnya. Ada beberapa pointer untuk membuat basic content :

  • Campaign Detail
    • Sudah siapkan kita dengan detail campaign yang akan kita lakukan? Lakukan tabulasi dan checklist atas hal-hal penting yang detail dan perlu untuk menjadi perhatian kita.
  • Campaign Experience
    • Menggunakan pengalaman pada campaign sebelumnya juga bisa menjadi pemicu positif membuat campaign kita. Memberikan sebuah pengalaman apa yang akan kita deliver kepada audience atas konten yang kita publish.
  • Behind The Scene
    • Membangun sebuah narasi tentang bagaimana proses keterlibatan sebuah masakan enak tersaji di sebuah piring dan menjadi konten instagramable adalah sebuah hal menarik yang dapat menjadi bagian dari pembuatan content plan.
  • Greeting/Thematic Content
    • Bagaimana kita menyapa audience? Mau millennial style? Korporasi? Atau “Slengekan” adalah hal yang matters untuk saat ini menjadi pertimbangan. Dan apakah konten kita akan dibangun berdasarkan tema-tema tertentu?
  • Campaign Umbrella
    • Menentukan Tema Besar dan HASTAG, bagian penting di platform social media yang akan menjadi keyword dan KPI tracking atas keberhasilan sebuah campaign.

3. Monitor, Report, Review 

Tahapan selanjutnya saat campaign sedang berjalan adalah melakukan proses monitoring, Reporting dan review. Tiga hal ini menjadi penting karena strategi campaign bisa saja berubah dengan initial report yang kita terima.

  • Monitoring

Tools untuk melakukan pengukuran terhadap kategori dibawah ini adalah dasar sebuah KPI atas sebuah strategi campaign dilanjutkan, dipoles atau diganti.

  • Best/Worst Engagement
  • Best/Worst Asset
  • Best/Worst Sentiment
  • Reporting

Menggunakan tools yang banyak tersedia baik gratis ataupun berbayar akan membantu untuk mendokumentasikan hasil monitoring dan pelaksanaan campaign selama durasi yang disepakati.

  • Review

Melakukan initial review, middle dan Post akan sangat membantu menaikkan prosentase pencapaian KPI diatas target. Karena dengan review yang sangat ketat dan serius akan banyak perubahan atas hasil uji content plan dan strategi yang kita lakukan. Karena dunia social media adalah dunia yang sangat cepat berubah dan dalam sekian menit aka nada campaing brand lain yang bisa jadi bersinggungan dengan campaign kita.

 4. Promotion & Collaboration

Promosi dan kolaborasi untuk menjalankan campaign ini perlu kita definisikan juga terkait dengan apa yang kita inginkan pada campaign ini, ada beberapa tahapan yang biasanya diingikan sebuah campaign yaitu :

  1. Awareness
  2. Conversation
  3. Viral
  4. Join The Campaign

Setiap dari keinginan tersebut akan membutuhkan strategi promosi dan koloborasi dengan influencer / buzzer serta intensitas campaign yang berbeda. Membangun awareness akan brand yang sedang kita bangun/campaign. Setelah awareness terbangun maka akan muncul percakapan untuk mengetahui lebih dalam tentang campaign tersebut. Disaat percakapan banyak terjalin dan awareness juga meningkat akan berimplikasi terhadap viral possibility.

Pada akhirnya  audience join dengan campaign yang kita lakukan dengan berbagai strategi adalah tujuan utama dari sebuah campaign dilakukan. 

Kelas pembuka di rangkaian Workshop Leadership Akademi Berbagi yang berat bukan? Menjadi gelas kosong dan menjadi rendah diri menerima ilmu baik yang baru atau sudah pernah niscaya akan menjadikan kita manusia yang senantiasa diberkahi dengan kebermanfaatan ilmu yang luas.

Ada Coffe Break, Saya butuh kopi sebelum masuk ke sesi kelas selanjutnya. Sampai Jumpa

#AkberLeader #AkademiBerbagi #Leadership

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *