MENU

by • April 25, 2016 • catatan Perjalan, OpiniComments (0)460

The Lemonade – Tempat Nongkrong Pekanbaru

Aktifitas setelah Bhumi Lahir ( anak kami yang menggemaskan belum genap 2 bulan) praktis tersita untuk memastikan perkembanganya berjalan dengan semestinya. Disamping kesibukan baru kami sebagai pasangan yang baru dikaruniai buah hati. Saya yang seorang pekerja kantoran dan istri yang setia merawat bhumi dirumah, menjadikan aktifitas kita untuk family time maksimal bisa dibilang hanya sabtu dan minggu untuk dimaksimalkan.

Kali ini kesempatan untuk keluar bertiga, Ayah – Ibu – Bhumi pun datang. Biasanya kami ber-empat dengan tante yanda tapi karena jadwal kuliah yang panjang dari biasanya dan ibu pun sudah kelaparan, akhirnya kami bertiga pun berangkat muter-muter pekanbaru untuk cari makan siang.

Awalnya sih, kita belum menentukan kemana akan memilih tempat makan sekaligus nongkrong santai yang Family atau Baby Friendly banget meskipun saya sih perokok, intinya mencari satu tempat yang mudah-mudahan bisa mengakomodir keinginan kami sabtu, 23 April 2016 kemarin.

The LemonadePilihan pun tersebut sama istriku ” Cobain Lemonade Yuk?!!” Ehm, belum pernah kesana sih tapi kalo lihat dari foto-foto yang sekilas pernah diupdate sama Pathers dan IGers sih kayaknya Friendly banget dan cocok sama concern kita kali ini. Berbekal hanya tahu alamatnya di Jl. Sutomo deket sebuah Hotel, akhirnya kami meluncur kesana dan ketemu. Kalo dari arah masjid An-Nur, ada di sebelah kiri jalan. Terlihat sekilas sih asyik tapi sedikit distruct karena ada yang parkir mobil tidak tepat di depan pintu, and I am looking for bapak tukang parkir. Akhirnya yang ditunggu tak jadi datang, aku memilih putar balik dan parkir diseberangnya.

Ritual baru setelah kehadiran bhumi adalah menurunkan stroller dan mengembangkanya pun dimulai, okei pintu kanan dan kiri terbuka kemudian kami masuk dan senang dengan dekorasinya dan meskipun kemudian kena distruksi saat ” Pak Tukang parkir memanggil melambaikan tangan meminta saya memindahkan mobil ke sebrang jalan karena kosong”, Kali ini saya hanya mengangkat jempol dan tersenyum kepada beliau ( maaf pak, saya bandel karena saya lihat disitu ngga ada rambu dan apalagi menghalangi jalan), SKIP.

Disambut oleh mbak-mbak ramah yang membukakan pintu mempersilahkan kami masuk membuat aura kebintanganku pun muncul, dan kemudian bangku pojok dekat kasir dipilih istriku karena disitu ada space yang memungkinkan stroller Bayi parkir dengan nyaman. Bhumi tenang dan santai sambil sedikit ngantuk tapi tidak rewel ( good boy), akhirnya kami pun harus pesan makanan dan minuman sebelum naik pitam cacing dalam perut.

Berkonsep prasmanan yang diladeni (Kalo kata orang jawa), hampir pukul 12 Siang kami sampai disitu dan agak kaget kok nampan-nampang menu disitu pada kosong dan belum selesai dimasak? karena saya orangnya pendiam sih saya lebih senang mendengar rombongan didepan nanya kenapa kok menunya cuman ini saja. Owhh rupanya sedang akan ada acara nanti malam dan booking tempat, sehingga resourcenya masih dialokasikan untuk persiapan nanti malam, Ehmm okei kalo gitu pilihan saya jelas ( apa yang ada disitu embat).

Pilihanku pun jatuh pada – Nasi Putih – Pare – Capcay – sambel goreng Puyuh  dan Tempe kering ( Ga Pake Lauk Pak?) kalo saya orang jawa sih itu udah lengkap tapi karena memang menunya di nampan tinggal itu saja, sayapun tersenyum ( Udah mbak, itu sudah Cukup). Istri pun memesan ga jauh beda tapi nambah tempe goreng dan Ayam teriyaki ( Menunggu 15 menit dihidangkan). Minuman pun jatuh kepada Es Nangka dan Es Bohay apa Asoy ( CMIIW).  Makanan bagi saya Oke banget, Sambel Matah ( kalo ga salah si mbak bilang dan kalo ga salah sih bikinya pake kemiri ya?).

Namun jika untuk masukan adalah Sendok yang digunakan untuk es nangka bisa dipertimbangkan diganti dengan yang lebih besar, disesuaikan dengan mangkoknya plus Es kristalnya dikurangi bentuknya alias diserut kasar better. Untuk tempat, sudah sangat family friendly banget, dan semoga ketika saya kembali kesana pas jam makan siang tidak lagi kehabisan. Es Nangkanya enak,dan kami makan berduahabis Rp.120.000,- , Tergantung dari kawan-kawan untuk mahal atau overkillednya karena itu relatif antara Rasa dan Suasana.

Have a nice Kuliner di Pekanbaru, #AyoKeRiau #AyoKePekanbaru

happy wheels

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *