MENU

by • March 28, 2018 • catatan Perjalan, Community, OpiniComments (1)434

Tuning Dalam Hening

Aku masih sangat percaya tentang diksi dipergerakkan untuk hidup yang sangat dinamis serta tidak adanya suatu kebetulan untuk yang namanya pertemuan. Rangkaian kalimat yang sangat akrab untuk mereka yang menikmati filsuf kehidupan atau pecinta sastra. Pada sebuah daerah di Pasir Impun, Bandung sekitar 2 Tahun lalu saya dipertemukan dengan jawaban atas kalimat yang sangat akrab dengan filsuf tersebut yang diperjelaskan dengan pendekatan empiris ilmu fisika.

Belajar mengenal tentang semesta dan reaksi tubuh yang seringkali kita kaitkan dengan hal mistis ditinjau dari penjelasan ilmu fisika. Jadi, Semesta itu apa dan bagaimana merasakanya sehingga kita bisa mengetahui sedang berada di area tersebut. Background pendidikan anak Teknik akan sangat senang jika segala sesuatu dapat dijelaskan secara logis pun termasuk yang abstrak sebenarnya dapat diberikan tinjauan secara eksakta agar mengurangi penggunaan kata “Gaib, Astral, Mistis dan kroninya”.

Tahun 2013 adalah awal saya berkenalan dengan Akademi Berbagi, Sebuah Gerakan berbasis relawan yang dengan bahasa sederhananya adalah memfasilitasi Kelas Gratis. Mengembalikan Kelas dalam definisi harfiah yang sangat sederhana, Murid, Guru dan Tempat belajar. Pasti timbul berbagai pertanyaan tentang syarat dari ketiga komponen dasar tersebut. Hal tersebut lumrah adanya karena memang kita hidup di jaman yang semuanya serba dilakukan standardisasi baik dari Guru, Kelas, bahkan menjadi Murid pun diperlukan syarat yang tidak mudah.

Akademi Berbagi mengembalikan esensi tersebut bahwa belajar bisa dimana saja, tidak harus memprasyaratkan ada gedung, meja atau bahkan komputer serta projector sekalipun. Atau kita bicara GURU, harus orang yang memiliki sederet titel dan dinyatakan eligible untuk ditasbihkan sebagai Guru. Ada sebuah Kelas yang dilupakan esensi sesungguhnya yaitu terciptanya proses kegiatan belajar mengajar.

Empat tahun sudah saya menjadi bagian dari keluarga besar akademi berbagi dan tahun ini di Local Leaders Day session finale akhirnya diberikan kesempatan untuk diperjalankan dan dipertemukan dengan seluruh stakeholder yang terlibat didalam semangat relawan akademi berbagi. Saya baru setahun terakhir bergabung di Akademi Berbagi Jakarta setelah menjalani masa memulai 4 tahun lali di akademi berbagi pekanbaru. Melewatkan 2 kali penyelenggaraan LLD di Jogja dan Salatiga, tapi di Tawangmangu saya akhirnya bisa hadir bertemu relawan se-indonesia dong dan bertukar pengalaman mereka memulai semua dengan tujuan yang sama mematangkan pemahaman mereka tentang volunteerism.

Sebesar apa sih Akademi Berbagi? Segimananya sih para relawan dan stakeholder memahami arti dari volunteerism itu? kata relawan itu kan kata yang diawang-awang dan abstrak banget untuk dipahami? Oke jadi untuk menjelaskan yang abstrak maka saya akan mencoba menjelaskan bagaiman hal yang abstrak itu memiliki impact nyata untuk dunia nyata.

Tahun 2014 adalah LLD pertama relawan akberpekanbaru hadir di Local Leaders Day di Salatiga  dan pada saat itu saya tidak dapat hadir disana karena memang tempat bekerja mengharuskan saya memegang tanggung jawab terhadap team member yang bersama masyarakat Riau sedang dikepung Kabut Asap. Saya masih ingat banget waktu itu bareng relawan lainya yang tidak berangkat kemudian mengangkat hastag #MelawanAsap karena saking tidak kondusifnya kondisi saat itu. Saat itu kondisi sangat tidak berpihak dengan keterbatasan informasi yang dapat diakses oleh para pengambil keputusan sehingga kami pun menyuarakan melalui relawan akberpekanbaru yang berangkat ke salatiga bahwa kami di pekanbaru sedang tidak baik-baik saja.

Saat itu kami meminta bantuan kalian wahai para relawan akademi berbagi se-Indonesia untuk menyuarakan teriakan kami yang terisolasi di Riau. Jejak digital tidak terhapus dan Surat berjudul “Dear Pandji” adalah ikhwal dari gerakan #MelawanAsap itu kemudian menggelora melalui TWEEROES dan Relawan Akademi Berbagi. Kami tidak dapat membendung gerakan viral jaman twitter masih merupakan BOM yang akhirnya “memaksa” Istana turun menengok kami yang ada di Riau dan Kabut Asap Pun tertangani langsung dari PUSAT.

Tahun 2015 Kabut Asap pun Terjadi dan dengan kondisi hampir sama saat pemimpin kami didaerah seakan tidak berdaya dengan keriuhan dan kekhawatiran kami semua bahwa tragedi ini sudah keterlaluan dan bahkan muncul sebagai tragedi kemanusiaan GENOSIDA masal. Saya ingat banget waktu itu saking kuatirnya, Bhumi masih dalam kandungan dan istri harus diungsikan ke sumbar demi kemaslhatan ibu dan bayi karena posisi waktu itu seperti Tahanan Rumah dengan seluruh sela-sela lobang angin diplester dan mengandalkan kipas angin ditambah air plus AC menyala 24 Jam. Tahun 2015 Presiden berganti pun Akhirnya kembali gerakan “memaksa” presiden hadir langsung menyaksikan dan menyelesaikan masalah ini dengan serius harus kita gelorakan melalui hastag #MelawanAsap dan tentunya tahun 2015 Relawan Akademi Berbagi se-Indonesia didukung oleh komunitas se-pekanbaru bergerak menggelorakan hastag tersebut.

Tahun 2016 , Riau Dinyatakan Bebas Kabut Asap. Dan alhamdulillah berlanjut sampai dengan hari ini, Tagar #MelawanAsap tidak lagi bergelora di dunia social media. Dalam Sesi dengan Tiga Pijar kemarin di LLD Finale, Tawangmangu itulah memori akan hal itu semua terpanggil dengan sendirinya dan puncaknya adalah diriku menemukan Tuning dalam hening untuk menjadi manusia sebenar-benarnya manusia.

Ada satu orang yang harus diakui berada dibalik bagaimana¬† cara kami menggelorakan tagar tersebut, Beliau adalah seorang “ibu” yang merasa tersakiti dengan teriakan “anak-anaknya” di pekanbaru kala itu. Terima kasih Mbak Ainun Chomsun, Founder Akademi Berbagi.

Credit Photo : Encing – Akber Surabaya

happy wheels

Related Posts

One Response to Tuning Dalam Hening

  1. Lianda Marta says:

    Momen kita bergerak bersama untuk #MelawanAsap itu gak akan pernah ku lupa, Mas. Itu yang menguatkan pilar-pilar relawan Akber Pekanbaru. Dan akhirnya kita bisa berkumpul di LLD Tawangmangu ya. Ku sungguh happy!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *